BOGORTODAY.COM – Berlibur di pantai selalu menjadi momen menyenangkan bagi banyak traveler.
Panorama laut yang memukau, deburan ombak, pasir lembut, serta berbagai aktivitas menarik membuat pantai menjadi destinasi favorit untuk bersantai, bermain, hingga menikmati momen matahari terbenam.
Namun, tidak semua pantai aman untuk dikunjungi.
Di balik keindahannya, sejumlah pantai justru menyimpan bahaya besar—mulai dari arus laut mematikan, serangan hiu, hingga kasus kriminalitas.
Berikut lima pantai paling berbahaya di dunia yang perlu Anda ketahui.
1. Pantai Juhu, India
Pantai Juhu adalah salah satu pantai paling populer di Mumbai, India.
Hamparan pasir yang luas dan pemandangan yang indah—terutama saat malam hari—membuatnya selalu ramai, terutama pada akhir pekan.
Banyak wisatawan datang ke sini untuk jogging, berenang, hingga bersantai di tepi pantai.
Namun, popularitas tersebut dibayangi oleh satu masalah serius: sampah. Pantai Juhu dikenal sebagai pantai paling kotor di Mumbai.
Pada tahun 2023, sekitar 75% sampah yang terkumpul adalah plastik yang tidak mudah terurai.
Pada tahun 2024, relawan masih menemukan sekitar 200 kg sampah di sepanjang pesisir.
Kondisi ini bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan ekosistem laut.
2. Pantai Tamarama, Sydney
Pantai Tamarama di Sydney, Australia, merupakan pantai kecil dengan panjang hanya sekitar 80 meter, tetapi sangat terkenal dengan julukan “Glamarama” karena menjadi tempat nongkrong kalangan glamor kota.
Pemandangannya memukau, lengkap dengan tebing laut tinggi dan gulungan ombak yang dramatis.
Namun, Tamarama menyimpan risiko berbahaya bagi wisatawan.
Pantai ini memiliki tingkat bahaya tertinggi di New South Wales dan sering ditutup karena kondisi air yang tidak aman.
Arus kuat di area yang sempit membuat perenang dengan mudah terseret ke arah tanjung dan terbentur bebatuan.
Pada Oktober 2023, seorang peselancar mengalami cedera serius setelah terseret arus pasang dan terbentur karang hingga menyebabkan patah kaki.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















