BOGORTODAY.COM – Doa Nabi Ayub ketika sakit menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam saat memohon kesembuhan.
Kisah Nabi Ayub AS merupakan teladan tentang kesabaran, keteguhan iman, serta tawakal seorang hamba kepada Allah SWT di tengah ujian berat yang berkepanjangan.
Kisah Ujian Berat Nabi Ayub AS
Dilansir dari Qishash Al Anbiyya susunan Ibnu Katsir yang diterjemahkan Saefulloh MS, Nabi Ayub AS pada awalnya dikenal sebagai sosok yang sangat kaya raya. Ia memiliki banyak hewan ternak serta tanah pertanian yang terbentang luas di wilayah Hauran.
Selain kekayaan, Nabi Ayub juga dianugerahi keluarga yang bahagia. Ia memiliki seorang istri yang salehah dan anak-anak yang baik serta taat. Namun, Allah SWT kemudian menguji Nabi Ayub dengan mengambil seluruh kenikmatan duniawinya. Harta benda lenyap, anak-anak wafat, dan beliau diuji dengan penyakit kulit yang sangat parah dalam waktu bertahun-tahun.
Meski menghadapi cobaan yang berat, Nabi Ayub AS tidak pernah mengeluh. Ia tetap bersabar, berbaik sangka kepada Allah SWT, serta sepenuhnya bertawakal atas segala ketetapan Sang Khalik.
Doa Nabi Ayub Ketika Sakit: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Nabi Ayub ketika sakit diabadikan dalam Surah Al Anbiya ayat 83. Berikut bacaannya:
Arab:
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Latin:
Wa ayyūba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn
Artinya:
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, ‘(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.’”
Cerita Kesembuhan Nabi Ayub AS
Nabi Ayub AS akhirnya disembuhkan oleh Allah SWT setelah terus memanjatkan doa tersebut dengan penuh keikhlasan. Dinukil dari buku Mukjizat Doa-doa yang Terbukti Dikabulkan Allah susunan Yoli Hemdi, Nabi Ayub tidak secara langsung meminta kesembuhan, melainkan menyerahkan sepenuhnya kepada sifat Maha Penyayang Allah SWT.
Sikap ini menunjukkan kepribadian seorang nabi dan rasul yang taat, santun, serta memiliki keyakinan penuh kepada Rabb-nya. Ujian yang beliau alami bahkan membuatnya dikucilkan dari kampung halaman dan dibuang ke tempat sampah milik Bani Israil. Tubuhnya dipenuhi lalat dan serangga, sementara dagingnya mulai rontok.
As-Saddiy meriwayatkan, “Daging yang melekat pada tubuh Ayyub mulai berjatuhan hingga tidak ada yang tersisa, kecuali tulang belulang dan otot-ototnya saja. Sementara itu, istrinya tidak pernah meninggalkannya dan senantiasa menemui beliau sambil membawa abu gosok sebagai alas untuk berbaring.”
Doa Ketika Sakit Memohon Kesembuhan
Selain doa Nabi Ayub AS, terdapat beberapa doa kesembuhan lain yang dapat diamalkan oleh umat Islam. Berikut beberapa di antaranya yang dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil:
- Doa Memohon Kesembuhan (Versi Pertama)
بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Artinya:
“Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku khawatirkan.” (HR. Muslim)
- Doa Memohon Kesembuhan (Versi Kedua)
بِسْمِ اللهِ أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ مِنْ وَجَعِي هَذَا
Artinya:
“Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan penyakit yang aku derita ini.” (HR. Tirmidzi)
- Doa Memohon Kesembuhan (Versi Ketiga)
اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا (3x)
Artinya:
“Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad.”
- Doa Memohon Kesembuhan (Versi Keempat)
أَسْأَلُ اللهَ العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ العَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Artinya:
“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan pemilik Arsy yang agung, semoga Dia menyembuhkanmu.”
- Doa Memohon Kesembuhan (Versi Kelima)
بِاسْمِ اللهِ، أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ
Artinya:
“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu. Semoga Allah menyembuhkanmu.”
Kisah Nabi Ayub AS mengajarkan bahwa kesabaran, doa, dan tawakal merupakan kunci utama dalam menghadapi ujian hidup, termasuk saat sakit. Dengan penuh keyakinan, seorang muslim dianjurkan untuk terus berdoa dan berharap hanya kepada Allah SWT.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















