
“Tank dan pesawat sama, tetapi di wilayah Cibinong. Kami upayakan di Jalan Mayor Oking,” kata Eko.
Dalam strategi pembiayaan, Pemkab Bogor mengambil pendekatan inovatif dengan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Alih-alih menggunakan anggaran publik yang bisa dialokasikan untuk program prioritas lain, pemerintah daerah tengah menjajaki skema kerja sama dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Secepatnya, karena kami sedang berupaya tidak menggunakan anggaran APBD tetapi menggunakan CSR,” papar Eko.
Langkah ini dipandang strategis di tengah keterbatasan fiskal daerah. Dengan melibatkan sektor swasta, pembangunan landmark dapat terealisasi tanpa mengurangi alokasi anggaran untuk sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur dasar. Model pembiayaan seperti ini juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan dunia usaha dalam pengembangan kota.
Di balik rencana teknis pembangunan, terdapat narasi historis yang ingin diangkat pemkab: pengakuan terhadap kontribusi putra daerah dalam perjalanan sejarah bangsa. Nama Jalan Mayor Oking sendiri diabadikan untuk menghormati salah satu tokoh perjuangan asal Bogor yang turut berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Kabupaten Bogor memiliki banyak tokoh yang bagian dari perjuangan bangsa. Contohnya Mayor Oking, tokoh perjuangan dari Bogor. Maka dari itu, kemungkinan ada yang kami bangun di sepanjang Jalan Mayor Oking,” tuntasnya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















