Kenang Jasa Pahlawan, Pemkab Bogor Bakal Bangun Tugu Pesawat dan Tank di Cibinong

tugu pesawat
Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto. bogortoday.com/Rifki Ramadhan.

BOGORTODAY.COM – Di tengah upaya mempercantik wajah ibu kota kabupaten, Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menyiapkan proyek dua ikon bersejarah berupa tugu pesawat dan tugu tank baja di kawasan Jalan Mayor Oking, Kecamatan Cibinong, Jawa Barat. Kehadiran kedua landmark ini dirancang sebagai pengingat akan peran penting tokoh-tokoh perjuangan dari Bumi Tegar Beriman.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengungkapkan bahwa proses perencanaan tugu pesawat tengah menghadapi tantangan tersendiri. Lokasi yang semula diperhitungkan, yakni kawasan Tugu Perjuangan, kini harus dikaji ulang mengingat kondisi eksisting lahan yang telah ditumbuhi pepohonan besar dan tanaman penghijauan.

“Soal Tugu Perjuangan, sekarang kami sedang mengkaji ulang tempat pesawatnya karena di situ ada beberapa tanaman dan pohon besar,” ungkap Eko, Selasa (13/1/2025).

Kawasan Tugu Perjuangan yang telah tertata rapih dengan lanskap penghijauan dipandang terlalu berharga untuk dikorbankan demi pendirian monumen.

BACA JUGA :  Nadiem Makarim Sampaikan Pledoi di Sidang Kasus Chromebook, Tegaskan Tidak Terlibat Kebijakan Pengadaan

“Kami sedang mempertimbangkan tempat lokasi lain yang lebih representatif tanpa harus menghilangkan penghijauan,” tegas Eko.

Prinsip serupa juga diterapkan dalam penentuan lokasi tugu tank baja. Meski dipastikan akan berada di koridor Jalan Mayor Oking, titik persisnya masih dalam tahap pencarian. Pemkab ingin memastikan kedua ikon tersebut tidak hanya monumental secara visual, tetapi juga tepat secara kontekstual dengan lingkungan sekitar.

“Tank dan pesawat sama, tetapi di wilayah Cibinong. Kami upayakan di Jalan Mayor Oking,” kata Eko.

Dalam strategi pembiayaan, Pemkab Bogor mengambil pendekatan inovatif dengan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Alih-alih menggunakan anggaran publik yang bisa dialokasikan untuk program prioritas lain, pemerintah daerah tengah menjajaki skema kerja sama dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Secepatnya, karena kami sedang berupaya tidak menggunakan anggaran APBD tetapi menggunakan CSR,” papar Eko.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

Langkah ini dipandang strategis di tengah keterbatasan fiskal daerah. Dengan melibatkan sektor swasta, pembangunan landmark dapat terealisasi tanpa mengurangi alokasi anggaran untuk sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur dasar. Model pembiayaan seperti ini juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan dunia usaha dalam pengembangan kota.

Di balik rencana teknis pembangunan, terdapat narasi historis yang ingin diangkat pemkab: pengakuan terhadap kontribusi putra daerah dalam perjalanan sejarah bangsa. Nama Jalan Mayor Oking sendiri diabadikan untuk menghormati salah satu tokoh perjuangan asal Bogor yang turut berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Kabupaten Bogor memiliki banyak tokoh yang bagian dari perjuangan bangsa. Contohnya Mayor Oking, tokoh perjuangan dari Bogor. Maka dari itu, kemungkinan ada yang kami bangun di sepanjang Jalan Mayor Oking,” tuntasnya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================