BOGORTODAYCOM – Doa sayyidul istighfar sering disebut sebagai penghulu istighfar. Istighfar ini dinilai sebagai yang paling agung dan utama dibandingkan lafaz istighfar lainnya.
Keutamaannya ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW melalui hadis shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari.
Rasulullah SAW bersabda:
“Penghulu istighfar adalah seseorang yang mengucapkan: ‘Ya Allah, Engkau Rabbku, tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku lakukan. Aku mengakui nikmat-Mu atasku dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, sungguh tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau.’
Barang siapa mengucapkannya di waktu siang dengan meyakininya, lalu ia meninggal sebelum sore, maka ia termasuk ahli surga. Dan barang siapa mengucapkannya di waktu malam dengan meyakininya, lalu ia meninggal sebelum Subuh, maka ia termasuk ahli surga.” (HR Bukhari)
Dalam kitab Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr (Griya Ilmu), dijelaskan bahwa sayyidul istighfar mengungguli lafaz istighfar lainnya, baik dari segi keutamaan maupun kedalaman makna dan tingkatannya.
Lafaz Doa Sayyidul Istighfar
Dinukil dari kitab Shahih Adabul Mufrad karya Imam Bukhari, berikut bacaan doa sayyidul istighfar:
Arab:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Latin:
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘uudzu bika min syarri maa shana‘tu. Abuu-u laka bini‘matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya:
“Ya Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku. Sungguh tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.” (HR Bukhari)
Kapan Waktu Mengamalkan Sayyidul Istighfar?
Menurut buku Tiket ke Surga (Doa-Doa Mustajab) karya Abdul Majid dan Isfa’udin, doa sayyidul istighfar dapat dibaca setelah salat fardhu. Mengamalkannya secara rutin diyakini dapat menjadi sarana penghapus dosa.
Selain itu, waktu paling utama membaca sayyidul istighfar adalah pagi dan sore hari. Kedua waktu ini memiliki keutamaan besar dalam ibadah dzikir.
Imam Nawawi menjelaskan, jika seorang muslim membaca sayyidul istighfar pada sore hari lalu meninggal pada malam harinya, maka ia termasuk ahli surga. Begitu pula jika membacanya pada pagi hari lalu meninggal di hari tersebut, ia juga termasuk ahli surga.
Perbedaan Sayyidul Istighfar dan Istighfar Biasa
Dalam buku Tadabbur Doa Sehari-hari karya Jumal Ahmad, dijelaskan bahwa sayyidul istighfar disebut sebagai istighfar terbaik karena memadukan makna tauhid, pengakuan dosa, pengakuan nikmat, dan permohonan ampunan dalam satu doa yang utuh dan indah.
Sayyidul istighfar juga mengandung pengakuan penuh bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan, pengingat akan janji seorang hamba kepada Rabbnya, permohonan perlindungan dari keburukan diri sendiri, serta kesadaran bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT.
Manfaat Membaca Sayyidul Istighfar
Mengutip buku Dahsyatnya Keajaiban Istighfar bagi Orang-orang Sibuk karya Khairi Syekh Maulana Arabi, berikut beberapa manfaat membaca sayyidul istighfar:
- Menjadi bukti ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT
- Menjadi jalan turunnya ampunan dosa
- Menjadi sebab datangnya rahmat dan rezeki, termasuk hujan
- Mendapatkan karunia berupa harta dan keturunan
- Menjadi jalan menuju surga
- Kebaikan dan keberkahan hidup terus bertambah
Demikian penjelasan tentang doa sayyidul istighfar beserta keutamaannya. Amalan ini ringan di lisan, namun memiliki pahala dan keutamaan yang luar biasa. Jangan lupa untuk mengamalkannya secara istiqamah.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















