Jajanan Kukusan Viral di TikTok, Menkes Budi Gunadi Dukung Tren Sarapan Sehat

BOGORTODAY.COM – Belakangan ini, media sosial—khususnya TikTok—diramaikan dengan tren jajanan sehat berbahan kukusan.

Mulai dari dimsum, ubi kukus, jagung rebus, hingga kacang tanah rebus, aneka makanan sederhana ini kini mudah ditemui di berbagai sudut kota dan ramai diperbincangkan warganet.

Tren tersebut rupanya menarik perhatian Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Ia bahkan sempat membagikan kebiasaan sarapannya yang mengonsumsi makanan kukus melalui akun media sosial pribadinya.

“Iya, lumayan itu. Banyak di TikTok saya lihat jutaan yang viral, saya senang. Lebih banyak makan makanan sehat, sarapan sehat,” ujar Budi Gunadi saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Rabu (12/11/2025), dilansir dari detikcom.

Menurutnya, tren jajanan kukusan sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong perubahan pola makan masyarakat ke arah yang lebih sehat. Ia berharap masyarakat mulai beralih dari makanan tinggi gula, garam, dan lemak menuju makanan berbasis real food yang kaya gizi.

“Pola makan sehat wajib kaya gizi dengan tetap melibatkan protein, karbohidrat kompleks, buah, serat, juga protein nabati,” tambahnya.

Mengapa Kukusan Jadi Pilihan Sehat?

BACA JUGA :  Dampak Pola Asuh Otoriter pada Perkembangan Anak yang Perlu Dipahami Orang Tua

Metode memasak dengan cara mengukus sebenarnya bukan hal baru. Teknik ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, termasuk di Tiongkok dan Yunani kuno. Namun kini, kukusan kembali populer karena dinilai lebih sehat dibandingkan gorengan atau makanan olahan.

Berbeda dengan menggoreng atau merebus, proses mengukus mampu menjaga warna alami, tekstur, serta kandungan nutrisi makanan. Panas dari uap air membuat bahan makanan matang secara merata tanpa merusak vitamin dan mineral di dalamnya.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi gorengan secara rutin dapat meningkatkan risiko penyakit kronis. Salah satunya menyebutkan, orang yang sering mengonsumsi gorengan memiliki risiko hingga 55 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya. Karena itu, memilih metode memasak seperti mengukus dinilai lebih aman bagi kesehatan jangka panjang.

Manfaat Sehat Mengonsumsi Makanan Kukus

Melansir Times of India, berikut sejumlah manfaat kesehatan dari mengonsumsi makanan yang dikukus:

  1. Membantu menurunkan berat badan

Makanan kukus umumnya rendah kalori dan lemak jenuh. Sayuran dan lauk kukus tetap kaya protein dan serat, sehingga membuat tubuh kenyang lebih lama tanpa tambahan minyak. Kondisi ini cocok bagi mereka yang sedang menjalani diet atau menjaga berat badan.

  1. Ramah untuk pencernaan
BACA JUGA :  Jangan Selalu Dipilihkan, Ini Manfaat Anak Menentukan Pakaiannya Sendiri

Serat dalam sayuran kukus tetap terjaga, sehingga membantu melancarkan pencernaan dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Serat juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

  1. Menjaga kesehatan kulit

Sayuran kukus kaya antioksidan seperti vitamin C dan beta-karoten yang membantu melawan radikal bebas. Kandungan ini berperan dalam menjaga elastisitas kulit, memperlambat penuaan dini, dan membuat kulit tampak lebih cerah alami.

  1. Berpotensi menurunkan risiko kanker

Mengukus sayuran, khususnya brokoli dan keluarga kubis, membantu mempertahankan senyawa antikanker alami. Penelitian dari University of Illinois menemukan bahwa brokoli yang dikukus selama lima menit mampu menjaga enzim myrosinase yang penting dalam pembentukan sulforaphane, senyawa pelindung kanker.

Sebaliknya, merebus atau menggoreng brokoli dapat merusak enzim tersebut dan menurunkan kandungan senyawa antikanker hingga 80 persen.

Dengan makin populernya jajanan kukusan, tren ini diharapkan bukan sekadar viral, tetapi menjadi kebiasaan baru masyarakat dalam memilih makanan yang lebih sehat dan bergizi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================