Bitcoin Tembus US$ 97.000, Inflasi AS dan Aksi Borong Institusi Jadi Pemicunya

Menurutnya, kondisi makroekonomi yang lebih stabil membuat sentimen pasar terhadap aset digital menjadi lebih konstruktif, meski volatilitas jangka pendek masih berpotensi terjadi.

Aksi Borong Institusi Dorong Sentimen Positif

Selain faktor makroekonomi, penguatan Bitcoin juga didorong oleh meningkatnya aksi pembelian dari institusi besar. Antony mengungkapkan, Strategy Inc. baru-baru ini mengumumkan penambahan kepemilikan Bitcoin senilai lebih dari US$ 1 miliar di awal 2026.

Aksi tersebut menjadi pembelian terbesar perusahaan tersebut sejak pertengahan 2025 dan semakin memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Langkah ini turut memberikan dorongan sentimen positif ke pasar, meskipun permintaan dari investor ritel global masih terbilang terbatas.

BACA JUGA :  Dampak Bentakan pada Anak yang Sering Diabaikan Orang Tua, Bisa Pengaruhi Mental hingga Dewasa

Bitcoin Kian Dipandang sebagai Aset Jangka Panjang

Antony menilai, konsistensi akumulasi Bitcoin oleh institusi besar memperkuat pandangan bahwa aset kripto terbesar di dunia itu semakin dipandang memiliki fundamental yang kuat.

BACA JUGA :  Skotlandia Hadapi Ujian Berat Lawan Brasil, Laga Penentuan Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026

“Institusi tidak masuk karena momentum sesaat. Akumulasi yang dilakukan secara berkelanjutan mencerminkan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin, terlepas dari volatilitas jangka pendek yang masih terjadi,” jelasnya.

Dengan kombinasi stabilnya inflasi global dan meningkatnya kepercayaan institusi, pergerakan Bitcoin ke depan dinilai masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi serta kebijakan moneter global, di samping sentimen adopsi institusional yang terus berkembang.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================