
Sementara itu, Surah An-Najm ayat 13–18 menjelaskan peristiwa Mi’raj ketika Nabi Muhammad SAW melihat Malaikat Jibril dalam rupa aslinya di Sidratul Muntaha, menyaksikan surga, serta berbagai tanda kebesaran Allah SWT.
Dalam ayat-ayat tersebut ditegaskan bahwa penglihatan Nabi SAW tidak menyimpang dan tidak melampaui batas yang diizinkan Allah SWT.
Ayat-ayat ini menjadi dalil kuat bahwa Isra Mi’raj adalah peristiwa nyata yang terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan sekadar mimpi atau khayalan.
Tujuan Isra Mi’raj
Isra Mi’raj bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga memiliki tujuan spiritual yang sangat dalam. Mengutip buku 12 Bulan Mulia: Amalan Sepanjang Tahun karya Abdurrahman Ahmad As, tujuan Isra Mi’raj antara lain:
- Memperlihatkan kekuasaan dan kemuliaan Allah SWT yang tidak terbatas.
- Memuliakan Nabi Muhammad SAW sebagai kekasih Allah dan pembimbing umat manusia.
- Mempersiapkan Rasulullah SAW untuk menuntun umat menuju jalan yang diridhai Allah SWT.
Selain itu, menurut Syofyan Hadi, Isra Mi’raj juga menjadi momen diturunkannya perintah salat lima waktu. Peristiwa ini sekaligus menjadi bentuk penghiburan bagi Nabi Muhammad SAW yang saat itu tengah berduka karena wafatnya istri tercinta Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib.
Waktu Terjadinya Isra Mi’raj
Mengutip buku Kisah Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada malam Senin, 27 Rajab, pada tahun kesepuluh kenabian. Tahun tersebut dikenal sebagai ‘Am al-Huzni atau tahun duka, karena Nabi Muhammad SAW kehilangan dua sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.
Dalam kondisi penuh kesedihan dan tekanan dari kaum Quraisy, Allah SWT menghibur Rasulullah SAW melalui perjalanan agung ini.
Peristiwa Isra Mi’raj juga mengajarkan bahwa ketika seorang hamba berada dalam kesulitan, mendekatlah kepada Allah SWT dan rumah-Nya, karena di sanalah ketenangan dan pertolongan dapat ditemukan.
Hikmah Isra Mi’raj
Peristiwa Isra Mi’raj mengandung banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Dikutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam karya Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida’, beberapa hikmah yang dapat dipetik antara lain:
- Kewajiban Salat Lima Waktu
Isra Mi’raj menjadi awal ditetapkannya salat lima waktu sebagai tiang agama dan sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT. - Penghibur Nabi Muhammad SAW
Perjalanan ini menjadi penguat hati Rasulullah SAW di masa duka dan tekanan, sekaligus bukti kasih sayang Allah SWT kepadanya. - Kemuliaan Nabi Muhammad SAW
Isra Mi’raj merupakan mukjizat istimewa yang hanya dialami Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk kemuliaan dan keistimewaan beliau di sisi Allah SWT. - Ujian Keimanan
Peristiwa ini menguji keimanan umat Islam untuk meyakini kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, meski berada di luar jangkauan akal manusia.
Isra Mi’raj menjadi pengingat bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. Dengan mengimani dan mengambil hikmah dari peristiwa ini, umat Islam diharapkan semakin kuat dalam iman, konsisten dalam salat, dan teguh menjalani kehidupan sesuai ajaran Islam.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















