
“Untuk mobil yang diproduksi di Indonesia, tentu prioritasnya adalah pasar Indonesia. Tetapi jika kapasitasnya mencukupi, kami juga memikirkan untuk ekspor ke luar negeri,” ucap Liu.
Menurutnya, tujuan utama BYD adalah membangun rangkaian industri kendaraan listrik yang kuat dan terintegrasi di Indonesia, mulai dari produksi hingga pengembangan ekosistem pendukung.
Meski enggan merinci nilai investasi secara pasti, sebelumnya pabrik BYD di Subang disebut memiliki nilai investasi lebih dari Rp11 triliun. Pada November 2025, PT BYD Indonesia menyatakan pembangunan pabrik tersebut telah memasuki tahap akhir dan optimistis dapat mulai berproduksi pada kuartal pertama 2026.
“Kami sudah mempercepat jadwal agar seluruh proses persiapan final bisa selesai lebih cepat. Saya percaya seluruh proses pengujian dan persiapan kini sudah memasuki tahap akhir,” ujar Eagle Zhao.
Ia juga menegaskan bahwa BYD optimistis produksi kendaraan pertama dari Pabrik BYD di Subang dapat dimulai pada kuartal pertama 2026.
Liu dan Eagle turut mengonfirmasi bahwa pada akhir 2025, pabrik BYD di Subang telah memperoleh sertifikat Standar Sertifikasi (SS) yang menyatakan seluruh kegiatan dan fasilitas telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.
Dengan rampungnya pembangunan pabrik ini, BYD diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















