
Ia menambahkan, rendahnya kesejahteraan mental juga dapat membuat seseorang semakin lama bertahan dalam status lajang, sehingga membentuk lingkaran yang sulit diputus.
Hubungan Pertama Bawa Efek Positif
Meski begitu, penelitian ini juga mencatat sisi positif ketika seseorang akhirnya memasuki hubungan romantis pertama. Peneliti menemukan adanya peningkatan signifikan pada kesejahteraan para peserta.
“Kepuasan hidup mereka meningkat dan rasa kesepian menurun, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” ungkap Krämer.
Namun, efek tersebut tidak selalu langsung menurunkan gejala depresi. Artinya, hubungan romantis bukan solusi instan untuk seluruh persoalan kesehatan mental, tetapi tetap memberi dampak positif pada aspek emosional tertentu.
Pria dan Individu Berpendidikan Tinggi Cenderung Melajang Lebih Lama
Studi ini juga mengungkap sejumlah faktor sosial, demografis, dan psikologis yang memengaruhi lamanya seseorang melajang. Kelompok yang cenderung lebih lama hidup tanpa pasangan antara lain:
- Laki-laki
- Individu dengan tingkat pendidikan lebih tinggi
- Mereka yang sudah memiliki kesejahteraan mental rendah
- Orang yang tinggal sendirian
- Orang yang masih tinggal bersama orang tua
Temuan ini menunjukkan adanya kaitan antara fokus pada pendidikan dan karier dengan kecenderungan menunda komitmen romantis.
Hasil riset ini telah dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology pada 13 Januari 2026 dengan judul “Life satisfaction, loneliness, and depressivity in consistently single young adults in Germany and the United Kingdom”.
Penelitian ini tidak bermaksud menstigma kehidupan melajang, melainkan menekankan pentingnya keseimbangan antara kemandirian dan kebutuhan akan koneksi emosional, terutama di usia dewasa muda.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















