
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian keuntungan dari penjualan batik ciprat dialokasikan untuk para penerima manfaat. Dana tersebut dikumpulkan selama masa rehabilitasi dalam bentuk tabungan dan akan diberikan setelah proses rehabilitasi selesai sebagai bekal awal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Rizki pun berharap keterampilan membatik ciprat yang diperolehnya dapat menjadi peluang usaha di masa depan. “Pengen nanti bisa buka usaha kayak gini,” ungkapnya.
Sementara itu, instruktur batik ciprat Alfan Kurnia menilai antusiasme para penerima manfaat dalam mengikuti pelatihan sangat baik. Ia menyebut mereka menunjukkan kedisiplinan serta keberanian dalam bereksplorasi dengan berbagai motif dan pola.
“Alhamdulillah sejauh ini mereka cukup antusias dan disiplin waktu. Mereka juga berani mencoba pola-pola baru, mengekspresikan diri melalui cipratan dan pola-pola tertentu,” kata Alfan.
Lebih lanjut, Alfan berharap keterampilan membatik yang diperoleh selama masa rehabilitasi dapat menjadi bekal kemandirian bagi para penerima manfaat setelah mereka menyelesaikan program rehabilitasi. “Kemampuan ini menjadi skill baru yang dapat mereka manfaatkan saat terminasi nanti,” pungkasnya.
Melalui pelatihan batik ciprat ini, Sentra Galih Pakuan Bogor terus berupaya menghadirkan rehabilitasi sosial yang holistik, tidak hanya memulihkan fungsi sosial, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















