
International Property Awards dikenal luas sebagai salah satu tolok ukur paling otoritatif di bidang real estat global. Setiap tahun, lebih dari 100 pakar independen—mulai dari arsitek, pengembang, hingga perwakilan kalangan elit Inggris—terlibat dalam proses penjurian multi-tahap yang ketat, objektif, dan bebas dari pengaruh komersial.
Bagi Taryan Group, pengembang di balik Anantara Dragon Seseh Bali, pencapaian ini menjadi tonggak penting. Proyek tersebut tercatat sebagai karya ketiga Taryan Group yang meraih status Best in the World di ajang International Property Awards, setelah Taryan Towers dan Nver—sebuah prestasi langka lintas tipologi real estat.
Pendiri dan CEO Taryan Group, Arthur Mkhitaryan, menyebut kemenangan ini sebagai bukti konsistensi standar internal perusahaan.
“Kemenangan ini menunjukkan bahwa proyek-proyek kami tidak hanya mampu bersaing di tingkat global tertinggi, tetapi juga menetapkan tolok ukur baru. Itulah standar yang kami terapkan secara internal: setiap proyek baru harus lebih baik daripada proyek sebelumnya,” ujarnya.
Di tengah pergeseran industri perhotelan global yang semakin menekankan pengalaman dan desain sebagai nilai utama, Anantara Dragon Seseh Bali menjadi contoh bagaimana arsitektur—bukan sekadar lokasi—dapat menjadi penentu keunggulan kompetitif jangka panjang. Sekaligus, Bali kembali menegaskan posisinya sebagai panggung lahirnya karya-karya kelas dunia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















