BOGORTODAY.COM – Ekspresi wajah ternyata punya peran besar dalam membentuk kesan pertama. Studi terbaru dari SWPS University, Polandia, mengungkap bahwa manusia cenderung lebih menyukai dan menirukan orang yang tersenyum. Senyum membuat seseorang tampak lebih ramah, mudah dipercaya, dan disukai.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Emotion ini menyoroti fenomena emotional mimicry, yakni kecenderungan manusia meniru ekspresi wajah orang lain saat berinteraksi. Perilaku ini terbukti berpengaruh langsung terhadap penilaian karakter dan tingkat kepercayaan.
Melansir Phys.org, riset tersebut melibatkan lebih dari 150 partisipan dan memanfaatkan teknologi electromyography (EMG) untuk mengukur aktivitas otot wajah secara detail. Para peneliti mengamati bagaimana peserta menirukan emosi orang lain sekaligus menilai seberapa dapat dipercaya sosok yang mereka lihat.
Senyum Jadi Bahasa Universal Kepercayaan
Dalam eksperimen yang dipimpin Profesor Michał Olszanowski, peserta diminta menilai wajah dengan ekspresi bahagia, sedih, dan marah. Hasilnya konsisten: wajah tersenyum dinilai paling dapat dipercaya.
Tak hanya itu, ekspresi bahagia juga paling mudah ditiru dibandingkan emosi negatif. Temuan ini menguatkan anggapan bahwa emosi positif, terutama kebahagiaan, lebih cepat “menular” dalam interaksi sosial.
Mengutip laman resmi SWPS University, para peneliti juga menggunakan simulasi trust game virtual untuk mengukur tingkat kepercayaan. Peserta yang melihat wajah tersenyum terbukti lebih rela berbagi poin dibanding mereka yang melihat ekspresi muram atau marah.
“Intensitas mimikri memprediksi seberapa besar kepercayaan seseorang. Semakin kuat seseorang membalas senyum orang lain, semakin besar pula kepercayaan yang muncul,” ujar Olszanowski.
Dalam kehidupan sehari-hari, temuan ini menjelaskan mengapa orang yang murah senyum kerap dianggap lebih hangat, terbuka, dan mudah didekati.
Mengapa Kita Lebih Suka Orang yang Tersenyum?
Secara biologis, senyum mengirimkan sinyal bahwa seseorang aman, ramah, dan tidak mengancam. Otak manusia mampu menangkap pesan ini hanya dalam hitungan detik, bahkan sebelum kata-kata diucapkan.
“Sampai batas tertentu, temuan ini menegaskan bahwa mengekspresikan emosi positif dapat menghasilkan sikap dan respons sosial yang lebih baik,” jelas Olszanowski.
Dengan kata lain, senyum adalah investasi sosial sederhana yang bisa meningkatkan kesan positif, mempererat hubungan, dan membangun kepercayaan sejak pertemuan pertama.
Jadi, jika ingin tampil lebih percaya diri dan mudah diterima dalam lingkungan sosial, tak ada salahnya memulai dengan satu hal sederhana: senyum tulus.
Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Emotion pada 22 Desember 2025 dengan judul “Smile and the world smiles (and trusts) with you: Happiness mimicry shapes first impressions”.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















