
Oleh karena itu, pihaknya berharap dinas terkait segera merealisasikan pemenuhan PSU tersebut.
“Harapannya, fasilitas pendukung ini bisa segera dipenuhi agar warga yang tinggal di huntap merasa aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” katanya.
Selain itu, Ujang juga menyoroti belum tersedianya penampungan sampah di keempat kawasan huntap yang telah berdiri. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan lingkungan.
“Yang paling penting, sampai hari ini seluruh kompleks huntap di sini masih belum memiliki bak sampah,” katanya.
Ujang juga menyampaikan bahwa hingga kini para penghuni huntap masih menunggu kejelasan informasi terkait penyerahan sertifikat rumah. Menurutnya, kepastian hukum kepemilikan menjadi hal penting bagi warga yang telah menempati hunian tetap tersebut.
“Ini juga belum jelas kapan penyerahan sertifikatnya, tapi akan kami kawal sampai semua mendapatkan sertifikat tersebut,” katanya.
Meski demikian, Ujang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas upaya pemulihan pascabencana Sukajaya yang telah dilakukan sejak 2020 lalu.
“Harapan warga di sini, setelah rumahnya sudah dirapikan, kawasan huntap juga bisa dilayakkan sepenuhnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas bantuan dan perhatian yang telah diberikan,” pungkasnya.
Dengan masih tersisa sekitar 150 unit huntap yang direncanakan akan diselesaikan pada tahun ini, warga berharap pembangunan tidak hanya berfokus pada penyediaan rumah, tetapi juga diiringi dengan pemenuhan fasilitas pendukung yang menyentuh langsung kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















