Hadapi Pergeseran Demografi, PPP Kabupaten Bogor Bentuk Madrasah Kader untuk Generasi Muda

Pergeseran demografi
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin. Foto : bogortoday.com/Rifki Ramadhan.

BOGORTODAY.COMPergeseran demografi pemilih mendorong Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor mengubah strategi kaderisasi. Partai berlambang Ka’bah ini kini menargetkan generasi milenial, Z, hingga Alpha sebagai basis politik masa depan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin mengatakan, komposisi pemilih dalam Pemilihan Umum mendatang akan didominasi ketiga generasi tersebut. Kondisi ini mengharuskan partai beradaptasi dengan merekrut dan membina kader muda berusia 17 hingga 25 tahun.

“Artinya, progres ke depan kita sekarang mulai mengedepankan bagaimana merekrut anak-anak muda usia 17 sampai 25 tahun,” ujar Elly, usai menghadiri Gebyar Harlah PPP dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H ke-53 di Cibinong, Kamis (20/1/2026).

BACA JUGA :  SpongeBob SquarePants Hadir dengan Musim Ke-17, Petualangan di Bikini Bottom Berlanjut pada 2026

Elly menjelaskan, rekrutmen generasi muda bukan sekadar menambah jumlah anggota, tetapi membentuk kader berkualitas yang memahami visi partai. Para rekrutan akan mengikuti pelatihan dan pembinaan melalui madrasah kader partai.

Program ini dirancang agar generasi muda tidak hanya menjadi objek politik, tetapi subjek aktif dalam proses regenerasi. Mereka diharapkan mampu menjadi jembatan antara generasi pendahulu dengan calon kader berikutnya.

“Nantinya mereka akan menjadi estafet para pendahulunya untuk merekrut anak-anak muda agar mereka juga mulai berminat di politik,” kata Elly.

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

Elly mengakui, selama ini PPP Kabupaten Bogor menghadapi kendala dalam menarik minat generasi muda terhadap politik praktis. Pola regenerasi yang berjalan cenderung mengandalkan garis keturunan atau hubungan kekerabatan dengan pengurus senior.

Ketergantungan pada jalur kekeluargaan ini dinilai mempersempit ruang bagi kader baru dari kalangan akar rumput. Akibatnya, partai kesulitan menjangkau segmen pemilih muda yang memiliki karakteristik dan aspirasi berbeda dengan generasi sebelumnya.

“Tapi dengan adanya pembentukan madrasah kader partai, insya Allah mulai sedikit demi sedikit berdatangan,” tutup Elly.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================