
BOGORTODAY.COM – Pemerintah Korea Selatan tengah gencar mendorong pengembangan rumah tradisional hanok sebagai strategi memperkuat pariwisata di kota-kota kecil sekaligus melestarikan warisan budaya lokal.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya minat wisatawan internasional terhadap budaya Korea yang kian populer secara global.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan mencatat permintaan terhadap pengalaman wisata berbasis hanok terus meningkat, sejalan dengan meluasnya pengaruh konten Korea, mulai dari drama, film, hingga musik, di berbagai negara.
Mengutip The Korea Bizwire, Kamis (22/1/2026), desa-desa bersejarah dan kawasan rumah tradisional kini semakin ramai dikunjungi wisatawan asing, terutama mereka yang ingin merasakan langsung kehidupan tradisional Korea. Hanok dinilai menawarkan pengalaman budaya yang lebih autentik dibandingkan akomodasi modern.
Tak hanya difungsikan sebagai rumah tinggal, banyak hanok yang kini direnovasi menjadi kafe, wisma, hingga penginapan akhir pekan. Tempat-tempat tersebut menghadirkan suasana khas dengan arsitektur tradisional, lantai kayu, dan atap genteng melengkung, sekaligus memberi alternatif wisata yang unik bagi para pelancong.
Untuk mendukung pengembangan ini, pemerintah Korea Selatan akan melatih 100 tenaga profesional baru mulai bulan depan. Pelatihan tersebut difokuskan pada desain dan manajemen konstruksi hanok. Negara pun menyiapkan dana sebesar 300 juta won atau sekitar Rp3 miliar untuk mendukung program ini.
Sejak 2011, lebih dari 1.500 profesional telah mengikuti pelatihan serupa. Banyak di antaranya berhasil memenangkan kompetisi desain dan menangani proyek hanok, bahkan hingga ke luar negeri. Selain pengembangan sumber daya manusia, pemerintah juga berupaya memodernisasi standar konstruksi hanok yang selama ini dinilai mahal dan kurang fleksibel.
Melalui proyek penelitian yang berlangsung hingga Juni mendatang, pemerintah akan meninjau ulang kriteria bangunan hanok, mendorong penggunaan metode modular, serta menstandarisasi material agar biaya pembangunan dapat ditekan tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya.
Tak berhenti pada aspek bangunan, pemerintah juga menargetkan pembangunan hanok ikonik yang mampu mencerminkan identitas lokal masing-masing daerah dan memperkuat daya tarik wisata. Dalam jangka panjang, Korea Selatan berambisi membangun klaster industri hanok yang terintegrasi, mencakup desain, produksi material, pelatihan tenaga ahli, hingga layanan pemeliharaan dalam satu ekosistem berkelanjutan.
Dengan langkah ini, hanok diharapkan tak hanya menjadi simbol masa lalu, tetapi juga bagian penting dari masa depan pariwisata dan ekonomi kreatif Korea Selatan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















