Mahasiswa ITB Sulap Sabut Kelapa dan Sampah Daun Jadi Bio-Briket Ramah Lingkungan

ITB
Mahasiswa ITB Sulap Sabut Kelapa dan Sampah Daun Jadi Bio-Briket Ramah Lingkungan. (Foto: Dok ITB)

BOGORTODAY.COM – Limbah sabut kelapa dan tumpukan sampah daun yang kerap dianggap tak bernilai justru menjadi sumber inspirasi bagi dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Mereka berhasil mengolah limbah organik tersebut menjadi sumber energi alternatif berupa briket arang organik atau bio-briket.

Adalah Arsyad Arif Novitrian dan Indah Patricia Suwandoro, mahasiswa Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi, Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB, yang menggagas inovasi pemanfaatan sampah kampus sebagai solusi energi ramah lingkungan.

Briket Berbahan Sabut Kelapa dan Sampah Daun

BACA JUGA :  Blueberry dan Kesehatan Tulang: Benarkah Dapat Membantu Mencegah Osteoporosis?

Keunggulan utama bio-briket ini terletak pada formulasi bahan bakunya. Arsyad dan Indah memadukan dua material dengan karakteristik berbeda, yakni daun kering dan serabut kelapa.

“Kami menggabungkan dua bahan dengan karakter berbeda, daun kering yang cepat menyala dan serabut kelapa yang memiliki kadar lignin tinggi, sehingga menghasilkan briket yang efisien,” ujar Arsyad, dikutip dari laman resmi ITB, Kamis (22/1/2026).

Daun kering diperoleh dari lingkungan Kampus ITB Jatinangor, sementara sabut kelapa berasal dari limbah rumah tangga. Seluruh bahan yang digunakan bersifat alami dan terbarukan, termasuk perekat yang memakai pati tapioka, sehingga produk ini sepenuhnya ramah lingkungan.

BACA JUGA :  Warga Digenjot Taat Pajak, Truk Dinas Pelat Merah di Kota Bogor Malah Nunggak Sejak 2021

Dari sisi performa, bio-briket ini dinilai unggul. Kandungan volatil pada daun kering membuat briket mudah menyala, sedangkan struktur arang sabut kelapa memungkinkan pembakaran berlangsung lebih lama.

Proses pembakaran juga menghasilkan asap dan bau yang lebih sedikit dibandingkan pembakaran limbah secara langsung. Bahkan, abu sisa pembakaran masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================