Mahasiswa ITB Sulap Sabut Kelapa dan Sampah Daun Jadi Bio-Briket Ramah Lingkungan

Proses Pembuatan Sederhana dan Mudah Direplikasi

Proses pembuatan bio-briket ini relatif sederhana. Limbah organik terlebih dahulu dikeringkan, lalu dikarbonisasi menggunakan kaleng tertutup hingga berubah menjadi arang. Arang tersebut kemudian dihaluskan, dicampur dengan perekat alami, dan dicetak secara manual.

Tahap akhir dilakukan dengan pengeringan selama dua hingga tiga hari di bawah sinar matahari. Hasilnya adalah bio-briket siap pakai yang efisien dan mudah diproduksi ulang oleh masyarakat.

Potensi Ekonomi dan Tantangan Pengembangan

Dari sisi ekonomi, bio-briket ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi alternatif bagi rumah tangga maupun industri kecil.

BACA JUGA :  4 Area Rumah yang Wajib Dibersihkan Setiap Minggu Agar Tetap Nyaman dan Sehat

“Jika diproduksi massal, perkiraan biaya produksi berada di kisaran Rp500 hingga Rp1.000 per briket, sementara harga jualnya bisa mencapai Rp1.500 sampai Rp2.000. Usaha ini tetap menguntungkan sekaligus membantu pengelolaan limbah,” ungkap tim peneliti.

Meski demikian, pengembangan bio-briket ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah standarisasi komposisi bahan baku dan konsistensi proses pengeringan agar kualitas produk tetap terjaga.

Ke depan, Arsyad dan Indah berencana melakukan pengujian nilai kalor dan emisi secara kuantitatif di laboratorium. Mereka juga menargetkan kerja sama dengan bank sampah dan UMKM lokal guna membangun model ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

BACA JUGA :  Anak Susah Makan? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari Orang Tua dan Cara Mengatasinya

Karya inovatif ini telah dipamerkan dalam ajang “ALICE: Abyanara’s Legendary Imagination, Creativity, and Enchantment”, pameran kreativitas mahasiswa Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi FTI ITB angkatan 2024, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa limbah bisa diolah menjadi solusi energi masa depan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================