
BOGORTODAY.COM – Kepala Sekolah SMAN 2 Gunung Putri, Dede Sahidin mengisahkan kronologi ambruknya tiga ruang kelas pada Jumat (23/11/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi pukul 04.30 WIB itu diketahui guru yang sedang menginap di sekolah.
Dede menuturkan, guru tersebut mendengar suara keras saat hendak berwudu untuk salat subuh.
“Ada guru yang menginap, kemudian mengambil air wudu dan mendengar suara ‘bruk-bruk’. Dikira apa, ternyata ada plafon yang roboh,” kata Dede.
Menurut kesaksian Dede, peristiwa bermula dari satu kelas, lalu merembet ke dua kelas lainnya yang berdekatan. Dari rekaman CCTV yang sempat dipantau sebelum mati, terlihat atap ambruk secara beruntun dalam waktu singkat.
“Awalnya satu titik, kemudian merembet ke tiga kelas. Saat dicek, CCTV langsung mati,” ujarnya.
Dede bersyukur kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena terjadi saat sekolah belum beroperasi. Setelah kejadian, pihak sekolah memutuskan memulangkan siswa dan mengalihkan pembelajaran menjadi daring.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Kami pulangkan anak-anak karena khawatir dengan keselamatan mereka,” tutup Dede.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















