
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor untuk segera melakukan langkah konkret di lapangan.
Pria yang akrab disapa Kiwong ini menegaskan bahwa perbaikan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Ia menekankan pentingnya penggunaan material berkualitas agar jalan tidak kembali rusak dalam waktu singkat akibat cuaca ekstrem.
“Kami instruksikan Dinas PUPR untuk bergerak cepat. Jangan hanya sekadar tambal sulam, perhatikan kualitas aspalnya. Harus pakai aspal kualitas bagus agar tahan lama, apalagi Bogor sering diguyur hujan,” tegas Kiwong.
Ia berjanji akan terus mengawal proses ini agar anggaran infrastruktur benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
Kendala Pasokan Material
Secara terpisah, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Namun, saat ini terdapat kendala teknis pada penyedia Asphalt Mixing Plant (AMP) yang sedang menunggu pasokan bahan baku material dari Cilegon dan Lampung.
“Informasi dari Dinas PUPR, ini merupakan dampak dari penutupan tambang material di Parung Panjang dan Rumpin oleh Pemprov Jabar,” jelas Dedie singkat.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















