Memahami Tauhid dalam Islam: Pengertian, Macam, dan Hikmahnya dalam Kehidupan

Tauhid
Memahami Tauhid dalam Islam: Pengertian, Macam, dan Hikmahnya dalam Kehidupan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Sebagai inti ajaran Islam, tauhid menempatkan keesaan Allah SWT sebagai poros sekaligus tujuan mutlak dalam setiap ibadah.

Pemahaman ini merupakan fondasi akidah yang menuntun setiap langkah hidup seorang muslim, baik dalam urusan ibadah maupun kehidupan sehari-hari.

Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tauhid secara harfiah berarti keesaan, yakni keyakinan yang teguh bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Tunggal.

Namun, untuk mendalami maknanya secara lebih komprehensif, para ulama membagi konsep tauhid ke dalam beberapa kategori. Pembagian ini penting agar umat Islam dapat memahami dan mengamalkan tauhid secara benar dan utuh.

Pengertian Tauhid

Merujuk pada buku Esa-Kanlah Aku karya Wismanto, secara bahasa tauhid berarti upaya untuk menyatukan atau mengesakan sesuatu. Dalam konteks syariat Islam, tauhid bermakna mengesakan Allah SWT dalam segala hal yang menjadi hak eksklusif-Nya, meliputi aspek rububiyyah, uluhiyyah, serta asma wa sifat.

Konsep tauhid menegaskan bahwa tidak ada satu pun entitas yang layak disembah, ditaati, dan diagungkan selain Allah SWT. Tauhid juga menumbuhkan keyakinan bahwa dengan kekuasaan dan ilmu-Nya yang tidak terbatas, Allah adalah satu-satunya Zat yang berhak mengatur seluruh roda kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.

Macam-macam Tauhid

Mengutip buku Al-Qur’an dan Hadis karya Muhaemin, Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa tauhid dalam Islam diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama, yaitu sebagai berikut:

  1. Tauhid Asma wa Sifat
BACA JUGA :  Erick Thohir Sambut Positif Kehadiran Shin Tae-yong di Persija, Diyakini Dongkrak Kualitas Liga

Tauhid asma wa sifat adalah keyakinan yang kokoh terhadap nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan sunnah. Dalam tauhid ini, seorang muslim meyakini bahwa seluruh sifat Allah adalah benar, sempurna, dan tidak menyerupai sifat makhluk-Nya.

Melalui pemahaman tauhid asma wa sifat, umat Islam diarahkan untuk mengenal Allah sesuai dengan hakikat yang Dia tetapkan sendiri, tanpa mengurangi, menambah, atau menyerupakan-Nya dengan makhluk. Penegasan mengenai hal ini termaktub dalam firman Allah SWT pada surah Thaha ayat 8:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى

Artinya: “(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.”

  1. Tauhid Uluhiyah

Tauhid uluhiyah adalah pengesaan Allah SWT dalam segala bentuk peribadatan. Artinya, seluruh ibadah seperti salat, puasa, zakat, doa, dan amal ketaatan lainnya harus ditujukan semata-mata hanya kepada Allah.

Penerapan tauhid uluhiyah bertujuan memastikan bahwa tidak ada bentuk penyekutuan dalam ibadah, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Prinsip ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya melalui surah An-Nahl ayat 36:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah dan jauhilah tagut’…”

  1. Tauhid Rububiyah

Tauhid rububiyah adalah keyakinan bahwa Allah SWT merupakan satu-satunya Zat yang menciptakan, memiliki, mengatur, dan memelihara seluruh alam semesta. Tidak ada satu pun kejadian di dunia ini yang terjadi tanpa kehendak dan pengaturan-Nya.

BACA JUGA :  Kisah Nabi Daud AS Mengalahkan Jalut: Bukti Kekuatan Iman dan Pertolongan Allah SWT

Pemahaman terhadap tauhid rububiyah akan menumbuhkan kesadaran akan keagungan dan kekuasaan Allah dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT pada surah Al-Mu’minun ayat 86–87:

قُلْ مَنْ رَّبُّ السَّمٰوٰتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
سَيَقُوْلُوْنَ لِلّٰهِ ۗ قُلْ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ

Artinya: “Katakanlah, ‘Siapakah Tuhan yang memiliki langit yang tujuh dan Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung?’ Mereka akan menjawab, ‘(Milik) Allah.’ Katakanlah, ‘Maka mengapa kamu tidak bertakwa?’”

Hikmah Tauhid dalam Kehidupan

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Pendidikan Tauhid dalam Perspektif Konstitusi karya Zainul Bahri, tauhid bukan sekadar konsep teologis, melainkan fondasi yang memiliki peran krusial dalam kehidupan manusia.

Tauhid membimbing fitrah keilahian yang telah tertanam dalam diri manusia sejak lahir, sehingga seseorang memiliki arah spiritual yang jelas. Selain itu, tauhid menjadi sumber ketenangan batin, karena agama dipahami sebagai kebutuhan dasar manusia dalam mencari makna hidup dan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Dengan memegang teguh prinsip tauhid, seorang muslim menjadikan Allah sebagai pusat orientasi hidupnya. Keyakinan ini melahirkan rasa tawakal, ketenangan, serta kepercayaan penuh bahwa Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah hamba-Nya.

Wallahu a’lam.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================