
Berdasarkan spesifikasi yang beredar di pasar global, Suzuki e-Vitara ditawarkan dengan dua pilihan baterai lithium-ion, yakni 49 kWh dan 61 kWh. Suzuki mengklaim baterai tersebut telah diuji di berbagai kondisi ekstrem, mulai dari suhu dingin hingga panas.
Baterai e-Vitara disebut mampu bekerja optimal pada suhu minus 30 derajat Celcius hingga 60 derajat Celcius. Mobil listrik ini juga dilengkapi mode regenerative braking dengan sistem one pedal.
Untuk daya jelajah, Suzuki mengklaim e-Vitara dengan baterai 61 kWh mampu menempuh jarak hingga 500 km dalam kondisi baterai penuh berdasarkan pengujian internal. Jarak tersebut dinilai cukup untuk perjalanan jarak jauh, seperti rute Jakarta–Semarang yang sekitar 450 km.
Dari sisi performa, e-Vitara hadir dalam beberapa varian. Versi 49 kWh dengan penggerak roda depan (2WD) memiliki tenaga hingga 106 kW dan torsi maksimal 189 Nm. Sementara varian 61 kWh 2WD menghasilkan tenaga 128 kW dengan torsi yang sama. Untuk varian 4WD, total tenaga mencapai 135 kW dengan torsi maksimal 300 Nm.
Lengkapi Strategi Elektrifikasi Suzuki
Jika resmi meluncur di Indonesia, e-Vitara akan melengkapi portofolio kendaraan elektrifikasi Suzuki yang saat ini sudah dipasarkan, seperti Fronx, Ertiga, dan XL7 dengan teknologi mild hybrid.
Suzuki menegaskan bahwa strategi pengembangan kendaraannya tidak hanya berfokus pada satu teknologi saja. Pabrikan ini menerapkan pendekatan multipathway dengan menghadirkan berbagai pilihan teknologi ramah lingkungan secara bersamaan.
“Saya ingin informasikan kembali secara strategi, Suzuki melakukan penerapan multipathway, tidak hanya Indonesia tapi juga di global,” tutup Dony.
Peluncuran mobil listrik pertama Suzuki di Indonesia pun menjadi salah satu momen yang paling dinantikan pada ajang IIMS 2026.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















