
Ia mengatakan, warga kembali mendatangi lokasi dapur MBG pada hari ini karena belum ada tindak lanjut dari pihak pengelola. Menurutnya, jarak antara dapur MBG dan permukiman warga sangat dekat sehingga bau limbah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Dampaknya bau menyengat, air juga berbusa. Padahal aliran air tersebut tidak hanya digunakan warga, tapi juga mengaliri pondok pesantren dan kolam ikan,” jelasnya.
Dery juga menyebutkan bahwa meskipun dapur MBG berada di wilayah Desa Sukajaya, dampak pencemaran justru lebih dirasakan oleh warga Desa Sukaraksa karena letaknya yang berdekatan.
Dery mengatakan, pihak dapur MBG Sukajaya disebut telah memberikan respons dengan rencana pembuatan penampungan limbah. Warga menduga sebelumnya dapur MBG tersebut belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sendiri.
“Respon dari pihak MBG katanya akan membuat penampungan pembuangan. Diduga sebelumnya memang belum ada IPAL,” pungkasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















