
Insan pers juga dituntut hadir di tengah masyarakat, memberi teladan melalui tindakan nyata.
“Menulis soal kebersihan itu penting, tapi memberi contoh langsung jauh lebih bermakna,” katanya.
Aksi bersih-bersih ini melibatkan wartawan, panitia HPN 2026, serta warga yang secara sukarela ikut bergabung.
Sampah yang terkumpul dipilah sebelum dibuang ke tempat pembuangan yang telah disediakan, mencerminkan kesadaran akan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Kolaborasi antara jurnalis, masyarakat, dan dukungan pemerintah daerah dalam kegiatan ini menjadi gambaran sinergi yang harmonis.
Sebuah pesan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, tanpa memandang profesi.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di CFD hari ini saja. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar peringatan,” ujar Santo.
Di bawah hujan yang masih turun, aksi itu berakhir dengan senyum dan tangan kotor oleh sisa-sisa sampah. Namun yang tertinggal bukan sekadar jalanan yang lebih bersih, melainkan pesan kuat pers tidak hanya mencatat perubahan, tetapi juga ikut menggerakkannya.
HPN 2026 di Kabupaten Bogor pun dimaknai lebih dari sekadar perayaan.
Ia menjadi momentum memperkuat peran sosial persbmenjaga kata, menjaga nurani, dan menjaga lingkungan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Narasitoday.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















