
BOGORTODAY.COM – Seorang perempuan di Colorado, Amerika Serikat, bernama KayLynne Felthager mengalami serangan stroke yang diduga dipicu kebiasaan sering membunyikan atau ‘kretek’ lehernya sendiri. Kebiasaan tersebut selama ini ia lakukan untuk mengurangi ketegangan, terutama setelah seharian bekerja.
Namun, pada suatu waktu, sensasi yang ia rasakan berbeda dari biasanya. Setelah membunyikan leher, Kay justru merasakan nyeri tajam yang tidak wajar. Rasa sakit itu bahkan tidak kunjung hilang selama beberapa hari.
Untuk meredakannya, Kay sempat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas. Akan tetapi, lima hari kemudian kondisinya justru semakin memburuk.
Saat sedang duduk di dapur dan merias wajah sebelum pergi keluar rumah, Kay tiba-tiba melihat cahaya terang muncul di depan matanya. Perlahan, penglihatannya menghilang. Ia mencoba berkedip berulang kali, tetapi tidak ada perubahan.
Sekitar 15 menit kemudian, penglihatannya kembali normal. Saat itu, Kay menganggap kejadian tersebut hanyalah gangguan sesaat.
“Ada cahaya menyilaukan masuk ke mata kanan saya, lalu penglihatan saya hilang. Saya hanya bisa melihat cahaya terang itu, tapi tidak bisa melihat apa pun di sisi kanan,” ujar Kay, dikutip dari Oddity Central, Senin (2/2/2026).
Tak lama setelah gangguan penglihatan tersebut, seluruh sisi kanan tubuh Kay mulai terasa kesemutan dan mati rasa. Ia baru menyadari kondisi yang dialaminya serius ketika mulai kesulitan berbicara dengan jelas.
Melihat kondisi sang istri, suami Kay segera membawanya ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, dokter melakukan pemindaian CT scan dan menemukan bahwa Kay mengalami stroke.
Setelah mendengar penjelasan Kay mengenai kebiasaan membunyikan leher, dokter menyebut bahwa gerakan ‘kretek’ leher tersebut telah memicu robekan pada pembuluh darah. Robekan itu kemudian menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang berujung pada stroke.
Beruntung, bekuan darah tersebut cepat larut sehingga Kay tidak perlu menjalani operasi. Kini, kondisinya telah berangsur pulih. Meski demikian, pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap hidup dan menyadarkannya bahwa kondisi kesehatan bisa memburuk dengan sangat cepat.
Kay pun mengingatkan bahwa leher merupakan bagian tubuh yang sangat sensitif sehingga perlu kehati-hatian dalam melakukan gerakan.
“Saya tidak ingin menakuti siapa pun. Ini hanya sesuatu yang benar-benar terjadi pada saya,” tutupnya.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















