
Radiasi secara umum terbagi menjadi dua jenis, yaitu radiasi non-ionisasi dan radiasi ionisasi. Radiasi non-ionisasi memiliki energi rendah dan tidak cukup kuat untuk merusak struktur atom atau DNA. Bluetooth termasuk dalam kategori ini.
Sementara itu, radiasi ionisasi—seperti sinar-X dan limbah radioaktif—memiliki energi tinggi dan dapat merusak jaringan serta DNA.
Kekhawatiran masyarakat umumnya muncul karena posisi headphone bluetooth yang dekat dengan kepala dan otak.
Namun, hingga saat ini, penelitian belum menemukan bukti kuat yang mengaitkan paparan radiasi RF dari perangkat nirkabel dengan kanker atau gangguan kesehatan serius lainnya. Meski begitu, para peneliti tetap menilai bahwa studi jangka panjang masih diperlukan.
Risiko Nyata: Keselamatan dan Pendengaran
Menurut Ken Foster, risiko penggunaan headphone yang lebih nyata justru bukan kanker, melainkan keselamatan dan kesehatan pendengaran.
Ia mencontohkan, berjalan di jalan raya sambil mendengarkan musik dengan volume tinggi jauh lebih berbahaya dibandingkan risiko tumor yang masih bersifat teori.
Tips Aman Menggunakan Headphone
Melansir Theskimm, berikut beberapa cara aman menggunakan headphone agar tetap menjaga kesehatan telinga dan otak:
- Batasi durasi penggunaan, idealnya 60–90 menit per hari
- Jaga volume suara tidak lebih dari 60–80 persen
- Hindari tidur sambil menggunakan headphone
- Pertimbangkan menggunakan headphone berkabel untuk menghilangkan kekhawatiran soal paparan radiasi RF
Meski penelitian lanjutan masih diperlukan, para ahli sepakat bahwa radiasi dari headphone bluetooth bukanlah ancaman serius bagi kesehatan.
Penggunaan yang bijak dan tidak berlebihan tetap menjadi kunci utama agar perangkat ini aman digunakan dalam jangka panjang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















