Hukum Puasa Nisfu Syaban 2026: Bolehkah Dilakukan dan Apa Dalilnya?

Nisfu Syaban
Hukum Puasa Nisfu Syaban 2026. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Nisfu Syaban adalah waktu yang dianggap istimewa oleh umat Islam karena menandai pertengahan bulan Syaban.

Pada momen ini, banyak muslim meningkatkan ibadah, seperti berdoa, berdzikir, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta berpuasa pada siang harinya.

Lalu, bagaimana dengan puasa di hari Nisfu Syaban? Apakah puasa tersebut boleh dilakukan dalam Islam?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kementerian Agama RI, Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Sementara itu, malam Nisfu Syaban dimulai sejak waktu Magrib pada Senin, 2 Februari 2026.

Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum puasa Nisfu Syaban beserta dalil yang menjadi dasar anjurannya.

Apa yang Dimaksud Nisfu Syaban?

Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan Syaban, yaitu tanggal 15 dalam kalender Hijriah. Malam Nisfu Syaban diyakini memiliki keistimewaan tersendiri oleh umat Islam.

Pada malam tersebut, banyak muslim meyakini Allah SWT melimpahkan rahmat dan membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya. Oleh karena itu, malam Nisfu Syaban sering dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan.

Pada pagi hari Nisfu Syaban, sebagian umat Islam juga melaksanakan puasa sunnah. Puasa ini bertepatan dengan hari ketiga puasa Ayyamul Bidh di bulan Syaban.

Nisfu Syaban Boleh Puasa atau Tidak?

Puasa pada hari Nisfu Syaban tidak dilarang dalam Islam. Namun, tidak terdapat dalil khusus yang secara spesifik menganjurkan puasa hanya pada satu hari tersebut.

Meski demikian, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah selama bulan Syaban. Anjuran ini mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW yang lebih sering menjalankan puasa sunnah di bulan Syaban dibandingkan bulan lainnya.

BACA JUGA :  Peabo Bryson, Suara Legendaris di Balik Lagu Disney, Tutup Usia pada 75 Tahun

Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Syaban sebagai persiapan menyambut Ramadan. Jika seseorang berpuasa pada hari Nisfu Syaban dengan niat puasa sunnah, maka hal tersebut diperbolehkan.

Selain itu, tanggal 15 Syaban juga termasuk rangkaian puasa Ayyamul Bidh. Artinya, umat Islam bisa berpuasa sejak tanggal 13, 14, hingga 15 Syaban.

Dalil Hadits tentang Puasa Bulan Syaban

Kebiasaan Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Syaban diriwayatkan oleh Aisyah RA. Dalam hadits sahih disebutkan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa puasa sunnah di bulan Syaban sangat dianjurkan, meskipun tidak dikhususkan pada satu hari tertentu.

Bagaimana Hukum Puasa Nisfu Syaban?

Mengutip buku Meraih Surga dengan Puasa karya Herdiansyah Achmad, Lc, puasa Nisfu Syaban hukumnya sunnah dan boleh dilakukan pada pertengahan bulan Syaban.

Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa mengkhususkan puasa hanya pada hari Nisfu Syaban tanpa dasar dalil yang kuat dapat dianggap sebagai perkara bid’ah. Oleh karena itu, niat puasa sebaiknya diniatkan sebagai puasa sunnah Syaban atau puasa Ayyamul Bidh.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Dorong Budaya Literasi Lewat Out of The Boox 2026

Puasa Ayyamul Bidh Saat Nisfu Syaban

Bagi yang masih ragu menjalankan puasa khusus Nisfu Syaban, umat Islam dapat memilih puasa Ayyamul Bidh. Puasa sunnah ini dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar hadits yang jelas dari Rasulullah SAW. Salah satu harinya bertepatan dengan Nisfu Syaban, yaitu tanggal 15 Syaban. Pada tahun 2026, tanggal tersebut jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.

Dengan demikian, meskipun tidak ada kewajiban puasa khusus Nisfu Syaban, umat Islam tetap dapat berpuasa pada hari tersebut dengan niat puasa Ayyamul Bidh yang jelas dianjurkan dalam Islam.

Tata Cara Puasa Nisfu Syaban

Tata cara puasa Nisfu Syaban sama seperti puasa sunnah pada umumnya. Tidak ada aturan khusus yang membedakannya.

Pelaksanaannya dimulai dengan niat, lalu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga waktu Magrib.

Niat Puasa Nisfu Syaban

  1. Niat Puasa Nisfu Syaban pada Malam Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu souma ghadin ‘an ada’i sunnati Syabana lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah SWT.”

  1. Niat Puasa Nisfu Syaban Jika Kesiangan

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu souma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnati Syabana lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Syaban hari ini karena Allah SWT.”

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================