Kenali Perbedaan Kebocoran Rumah: Dari Atap, Dinding, atau Talang Air

Kebocoran dari dinding umumnya muncul dalam bentuk rembesan, dinding lembap, cat menggelembung, jamur, serta bau apek di dalam ruangan.

Sumbernya sering berasal dari retakan kecil di dinding luar, sambungan jendela yang tidak rapat, atau lapisan pelindung dinding yang kualitasnya sudah menurun.

Berbeda dengan kebocoran atap, rembesan dinding sering baru terlihat beberapa waktu setelah hujan berhenti.

Cara mengatasinya adalah dengan mengecek kondisi dinding luar rumah. Cari retakan atau celah di sekitar kusen yang berpotensi menjadi jalan masuk air. Retakan kecil dapat ditambal, lalu dilapisi kembali dengan bahan waterproofing.

BACA JUGA :  Peringati HUT Bhayangkara, Jaro Ade Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Cikeas

Untuk mencegah kebocoran berulang, pastikan cat luar rumah dan lapisan pelindung dinding tetap dalam kondisi baik, serta atur aliran air hujan agar tidak terus-menerus menghantam dinding.

Kebocoran dari Talang Air

Talang air yang bermasalah biasanya ditandai dengan air hujan yang menetes dari tepi atap atau membasahi dinding luar rumah. Talang yang tersumbat daun dan kotoran akan membuat air meluap dan mengalir kembali ke atap atau dinding, sehingga memicu kebocoran di area lain yang sebenarnya masih baik.

Untuk mengatasinya, talang air perlu diperiksa dan dibersihkan secara menyeluruh, termasuk sambungan dan pipa pembuangan. Bagian yang retak, bocor, atau berkarat sebaiknya segera diperbaiki atau diganti.

BACA JUGA :  Beasiswa Fast Retailing Foundation 2026 Dibuka Juli Mendatang, Kesempatan Kuliah S1 di Jepang

Pencegahan paling efektif adalah membersihkan talang secara rutin, minimal dua kali setahun, serta memastikan kemiringan talang sudah tepat agar air dapat mengalir lancar.

Memahami ciri kebocoran dari atap, dinding, dan talang air akan membantu pemilik rumah mengambil tindakan yang tepat sejak awal.

Dengan perbaikan sesuai sumber masalah dan perawatan rutin, risiko kebocoran berulang serta kerusakan rumah yang lebih parah dapat dicegah.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================