Hari Kanker Sedunia 4 Februari: Bersatu dalam Keunikan, Menguatkan Perawatan yang Berempati

BOGORTODAY.COM – Setiap 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day). Peringatan global ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan, deteksi dini, hingga pengobatan kanker yang lebih menyeluruh dan berempati.

Pada 2026, Hari Kanker Sedunia kembali mengingatkan bahwa kanker bukan semata persoalan medis. Penyakit ini merupakan perjalanan panjang yang menyentuh aspek fisik, mental, sosial, hingga ekonomi—bukan hanya bagi pasien, tetapi juga keluarga dan komunitas di sekitarnya.

Tema Hari Kanker Sedunia 2026: United by Unique

Mengutip situs resmi World Cancer Day yang diinisiasi oleh Union for International Cancer Control (UICC), periode 2025–2027 mengusung tema “United by Unique”.

Tema ini menempatkan manusia sebagai pusat perawatan, dengan kisah dan pengalaman personal sebagai inti percakapan global tentang kanker.

Selama ini, perawatan kanker kerap berfokus pada aspek biologis dan gejala klinis. Padahal, faktor sosial dan lingkungan—seperti pendapatan, sistem dukungan keluarga, hingga kondisi tempat tinggal—juga memiliki peran besar dalam proses pemulihan pasien.

Karena itu, pendekatan perawatan yang lebih holistik dan penuh empati menjadi kebutuhan mendesak.

Perawatan yang berpusat pada manusia menekankan keterlibatan aktif individu, keluarga, dan komunitas dalam setiap tahap perencanaan hingga evaluasi layanan kesehatan.

Pendekatan ini menandai pergeseran mendasar dalam sistem layanan kanker, dengan menempatkan pasien sebagai subjek, bukan sekadar objek pengobatan.

BACA JUGA :  Kehadiran Puluhan Robot Baru di Pabrik GM Picu Kekhawatiran Pekerja Setelah Gelombang PHK

Mengenali Kanker dan Faktor Risikonya

Kanker merupakan penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Pada tahap awal, kanker sering kali tidak menunjukkan gejala khas.

Namun, sejumlah tanda patut diwaspadai, seperti penurunan berat badan tanpa sebab jelas, kelelahan berkepanjangan, munculnya benjolan tidak biasa, perdarahan abnormal, hingga perubahan pola buang air besar.

Faktor risiko kanker pun beragam, mulai dari gaya hidup tidak sehat, paparan zat berbahaya, infeksi tertentu, hingga faktor genetik.

Di Indonesia, jumlah kasus kanker terus menunjukkan tren peningkatan. Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahun, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. Bahkan, jumlah kasus kanker diperkirakan meningkat lebih dari 70 persen pada 2050 jika upaya pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat.

Pentingnya Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat

Board of Medical Excellence Halodoc, Dokter Irwan Heriyanto, menegaskan pentingnya langkah preventif dalam menghadapi kanker.

“Deteksi dini berperan penting dalam fase pencegahan penyakit kanker. Pemeriksaan awal dapat dilakukan sedini mungkin melalui medical check-up (MCU), dan skrining lanjutan jika diperlukan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2).

Menurut Irwan, pemeriksaan tersebut dapat dilakukan oleh siapa saja di segala usia, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko genetik, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

BACA JUGA :  Jangan Langsung Dibuang! Bekas Kotak Sepatu Ternyata Punya Banyak Manfaat di Rumah

Selain deteksi dini, penerapan gaya hidup sehat juga menjadi kunci penting dalam menurunkan risiko kanker. Menjaga berat badan ideal diketahui berperan dalam mengurangi risiko kanker, terutama jenis kanker yang sensitif terhadap hormon. Lemak tubuh berlebih dapat meningkatkan risiko kanker tertentu.

Ia juga menambahkan bahwa langkah preventif seperti skrining dan vaksinasi memiliki peran krusial dalam pencegahan kanker. Sementara bagi pasien yang telah terdiagnosis, terapi perlu disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing dan disertai pendampingan medis secara berkelanjutan.

Sejarah Hari Kanker Sedunia

Melansir National Today, Hari Kanker Sedunia pertama kali diprakarsai oleh UICC pada 2008. Peringatan ini bertujuan menekan angka penyakit dan kematian akibat kanker secara signifikan di seluruh dunia.

Hari Kanker Sedunia secara resmi ditetapkan dalam KTT Dunia Melawan Kanker pertama pada 2000 di Paris. Dalam forum tersebut, para pemimpin dunia dan organisasi kanker menandatangani Piagam Paris Melawan Kanker, sebuah dokumen berisi 10 pasal komitmen global untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker serta memperkuat penelitian, pencegahan, dan pengobatan.

Pasal X piagam tersebut secara resmi menetapkan 4 Februari sebagai Hari Kanker Sedunia, menjadi pengingat bahwa melawan kanker membutuhkan solidaritas global, empati, dan keberpihakan pada manusia di balik setiap diagnosis.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================