Kasus Flu Meningkat di Musim Hujan, Ilmuwan Sarankan Konsumsi Vitamin D

BOGORTODAY.COM Kasus flu dan infeksi saluran pernapasan cenderung meningkat saat musim hujan. Kondisi cuaca yang lembap dan daya tahan tubuh yang menurun membuat banyak orang lebih mudah terserang penyakit.

Untuk mencegah agar tidak gampang sakit, salah satu cara yang kerap dilakukan adalah mengonsumsi suplemen.

Menariknya, para ilmuwan menyebut ada satu jenis vitamin yang dinilai efektif membantu mencegah atau setidaknya mengurangi keparahan flu, yakni vitamin D.

Kesimpulan tersebut diungkap dalam sebuah riset yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition. Studi ini melibatkan lebih dari 36 ribu partisipan yang tergabung dalam UK Biobank, sebuah basis data penelitian biomedis jangka panjang di Inggris.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kekurangan vitamin D parah memiliki risiko rawat inap akibat infeksi saluran pernapasan hingga 33 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang kadar vitamin D-nya mencukupi. Kekurangan vitamin D diukur pada kadar sekitar 15 nmol/L, sementara kadar yang lebih optimal berada di angka 75 nmol/L.

BACA JUGA :  Mesir Puncaki Grup G Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Selandia Baru 3-1

Lalu, mengapa vitamin D bisa menurunkan risiko infeksi pernapasan?

Amesh Adalja, ahli penyakit menular sekaligus peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, mengungkapkan bahwa vitamin D memiliki peran penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh. Meski temuan ini sempat mengejutkan dunia medis, sejumlah bukti menunjukkan vitamin D berkontribusi besar terhadap respons imun.

Melansir Prevention, vitamin D membantu meningkatkan kekebalan bawaan serta kekebalan adaptif, yaitu sistem imun yang “belajar” mengenali dan melawan kuman setelah tubuh terpapar infeksi.

Lantas, berapa asupan vitamin D yang dianjurkan?

Asupan harian vitamin D yang direkomendasikan adalah 600 IU untuk orang dewasa. Sementara bagi mereka yang berusia 70 tahun ke atas, kebutuhan vitamin D meningkat menjadi minimal 800 IU per hari.

BACA JUGA :  Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Bogor Gelar Gebyar Siliwangi

Kekurangan vitamin D cukup umum terjadi, terutama pada individu dengan intoleransi laktosa, menjalani diet vegan, atau jarang terpapar sinar matahari. Paparan matahari memang menjadi salah satu sumber utama vitamin D alami bagi tubuh.

Adapun gejala kekurangan vitamin D antara lain mudah lelah, sulit berkonsentrasi atau brain fog, suasana hati yang buruk, sering jatuh sakit, hingga risiko patah tulang pada kondisi yang lebih parah.

Dengan menjaga kadar vitamin D tetap optimal, risiko terserang flu dan infeksi saluran pernapasan di musim hujan dapat ditekan, sekaligus membantu tubuh tetap bugar dan terlindungi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================