
Ia menjelaskan bahwa konsumsi kopi hitam atau kopi dengan kurang dari 2,5 gram gula dan kurang dari 1 gram lemak jenuh per cangkir dikaitkan dengan penurunan risiko kematian hingga 14 persen dibandingkan mereka yang tidak minum kopi sama sekali.
Waspadai Gula dan Krimer Berlebih
Sayangnya, kebiasaan ini sering kali tidak diterapkan. Banyak peminum kopi justru menambahkan gula dan krimer dalam jumlah cukup tinggi, sehingga manfaat sehat kopi menjadi berkurang.
“Ini menjadi persoalan pada minuman kopi kekinian yang populer, karena kandungan gula dan lemaknya sering kali terlalu tinggi,” ungkap Dr. David Perlmutter.
Padahal, tanpa tambahan tersebut, kopi merupakan sumber antioksidan alami seperti polifenol dan asam klorogenat. Zat-zat ini berperan penting dalam melawan peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang berkaitan erat dengan penyakit kronis.
Tetap Perlu Dibatasi
Meski memiliki manfaat, konsumsi kopi tetap perlu dikontrol. Ahli gizi jantung Michelle Routhenstein mengingatkan bahwa minum kopi berlebihan—terutama lebih dari empat cangkir per hari—dapat memicu kecemasan, gangguan tidur, hingga peningkatan tekanan darah.
Michelle juga menekankan pentingnya menyesuaikan asupan kafein dengan kondisi kesehatan masing-masing individu. Untuk hasil yang optimal, para ahli menyarankan konsumsi kopi secukupnya, yakni sekitar 3–4 cangkir per hari atau setara 400 mg kafein, dengan kandungan gula dan lemak rendah, serta menghindari minum kopi di sore atau malam hari agar tidak mengganggu kualitas tidur.
Dengan cara konsumsi yang tepat, kopi tak hanya menjadi teman beraktivitas, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















