
Tingginya produktivitas tersebut membuat Jay Idzes dan rekan-rekannya harus tampil disiplin dan fokus sepanjang 2×45 menit. Serangan Inter tidak hanya berbahaya dari sisi penyelesaian akhir, tetapi juga dari kemampuan membangun serangan, kerja sama antarlini, serta tekanan konstan di area pertahanan lawan.
Meski demikian, performa defensif Sassuolo sejauh ini terbilang cukup solid. Dari 23 pertandingan, Sassuolo baru kebobolan 29 gol, catatan yang lebih baik dibandingkan beberapa klub papan tengah seperti Udinese dan Bologna. Hal ini menunjukkan bahwa lini belakang asuhan Fabio Grosso masih kompetitif.
Jay Idzes diperkirakan kembali berduet dengan Tarik Muharemovic di jantung pertahanan. Posisi bek sayap kemungkinan diisi Josh Doig dan Sebastian Walukiewicz, sementara Arijanet Muric tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.
Di lini tengah, Nemanja Matic, Ismael Kone, dan Kristian Thorstvedt akan memegang peranan krusial sebagai penyeimbang permainan sekaligus pemutus aliran serangan Inter. Sementara itu, trio penyerang Domenico Berardi, Andrea Pinamonti, dan Armand Lauriente juga dituntut aktif membantu pertahanan saat Sassuolo mendapat tekanan.
Menjelang laga ini, Sassuolo sedang berada dalam tren positif setelah meraih dua kemenangan beruntun atas Pisa dan Cremonese. Jika mampu menaklukkan Inter Milan, Sassuolo bukan hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga mendapatkan dorongan psikologis besar dalam persaingan menuju akhir musim Serie A.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















