
Pendekatan orang tua saat mengajak anak berpuasa juga menjadi faktor penting. Mira mengingatkan agar puasa tidak diperkenalkan melalui ancaman, tekanan, atau rasa takut.
“Jangan sampai ketika kita mengajak anak berpuasa atau beribadah, caranya menekan, mengancam, atau menakut-nakuti,” katanya.
Menurut Mira, pendekatan seperti itu justru berisiko membuat anak mengaitkan puasa dengan rasa takut. Anak mungkin terlihat patuh, tetapi menyimpan tekanan emosional yang bisa berdampak di kemudian hari.
Sebaliknya, orang tua dianjurkan menggunakan pendekatan yang lebih empatik. Ketika anak mengeluh lelah, lapar, atau mengantuk saat sahur, orang tua sebaiknya mengakui perasaan tersebut dan memberikan dukungan dengan sikap yang tenang.
Anak juga perlu diyakinkan bahwa ia boleh mencoba puasa sesuai dengan kemampuannya. Dengan cara ini, puasa dapat menjadi pengalaman belajar yang positif dan menyenangkan, bukan kewajiban yang menakutkan.
Mira menegaskan bahwa tujuan utama mengenalkan puasa pada anak adalah membangun pemahaman dan kebiasaan secara bertahap. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat memaknai puasa sebagai bagian dari ibadah yang dijalani dengan kesadaran dan keikhlasan, bukan karena paksaan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














