BOGORTODAY.COM – Bagi umat Islam, menatap Ka’bah secara langsung adalah momen spiritual yang sangat mendalam.
Bangunan kubus yang diselimuti kiswah hitam ini merupakan pusat arah kiblat bagi kaum muslimin di seluruh dunia.
Banyak jemaah haji dan umrah yang merasakan haru hingga meneteskan air mata saat pertama kali melihat Baitullah, di mana doa-doa diyakini lebih mustajab.
Doa Saat Menatap Ka’bah
Berdasarkan buku Basahi Lidah Dengan Dzikir karya Syekh Irfan bin Sulaim al-Asya Hasunah, doa yang dianjurkan ketika melihat Ka’bah adalah:
Arab:
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرا
Latin:
Allahumma zid haadzaal baita tasyriifaa wa ta’dhiimaa wa takriimaa wa mahaabah wa zid man syarafahu wa karramah mimman hajjahu awi’tamarah tasyriifaa wa ta’dhiimaa wa takriimaa wa birra.
Artinya:
“Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada Bait (Ka’bah) ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan.”
Selain itu, Imam An-Nawawi menganjurkan doa berikut:
Arab:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ
Latin:
Allāhumma antas salām, wa minkas salām, fa hayyinā rabbanā bis salām.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan.”
Imam An-Nawawi juga menekankan bahwa doa apa pun mengenai urusan dunia bisa dipanjatkan saat menatap Ka’bah karena “pintu langit terbuka lebar bagi siapa saja yang memandangnya.”
Doa Saat di Hijir Ismail
Hijir Ismail merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Ka’bah. Saat berada di sini, umat Islam dianjurkan membaca doa:
Arab:
يَا رَبِّ أَتَيْتُكَ مِنْ شُقَّةٍ بَعِيدَةٍ مُؤَمِلاً مَعْرُوفَكَ فَأَنِلْنِي مَعْرُوفاً مِنْ مَعْرُوفِكَ تُغْنِينِي بِهِ عَنْ مَعْرُوفِ مَنْ سِوَاكَ يَا مَعْرُوفاً بِالْمَعْرُوفِ
Latin:
Yaa rabbi ataituka min syuqqatim ba’iidatim muammilan ma’ruufaka fa anil nii ma’ruufam min ma’ruufika tughniinii bi hii ‘an ma’ruufi man siwaaka, yaa ma’ruufam bil ma’ruuf.
Artinya:
“Ya Allah, aku mendatangi-Mu dari negeri yang jauh mengharapkan kebaikan-Mu, maka berikanlah kepadaku kebaikan dari kebaikan-Mu yang mencukupi aku dari kebaikan selain-Mu, wahai Zat pemberi kebaikan.”
Adab Menatap Ka’bah
Buku Fikih Sunnah 3 karya Sayyid Sabiq menjelaskan beberapa etika yang sebaiknya diamalkan:
- Memanjatkan doa sambil mengangkat kedua tangan sebagai bentuk penghormatan.
- Berusaha mendekati Hajar Aswad untuk menciumnya jika memungkinkan.
- Jika tidak memungkinkan, bisa mencium tangan kanan dan menyentuhkannya ke Hajar Aswad.
- Dalam kondisi padat, cukup memberi isyarat dengan melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad.
- Memperbanyak dzikir dan doa selama berada di kawasan Baitullah.
Menatap Ka’bah adalah pengalaman spiritual yang mendalam. Dengan memadukan doa, dzikir, dan adab yang tepat, setiap jemaah dapat merasakan kedekatan dengan Allah dan memaksimalkan momen ibadahnya.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















