
Membaca label makanan dan memilih produk tanpa tambahan gula menjadi langkah penting untuk memperlambat proses penuaan.
- Menghindari semua lemak
Membatasi lemak jenuh memang dianjurkan, namun menghindari semua jenis lemak justru keliru. Menurut American Heart Association (AHA), lemak berperan penting dalam memberi energi, mendukung pertumbuhan sel, melindungi organ, serta membantu penyerapan nutrisi.
“Lemak juga melindungi persendian. Lemak tak jenuh ganda, terutama omega-3, terbukti meningkatkan kesehatan jantung,” jelas Famularo.
Cleaveland Clinic menambahkan, omega-3 juga berkaitan dengan penurunan risiko gangguan kognitif, kanker tertentu, dan penyakit mata.
- Minum soda
Minuman bersoda manis tidak hanya berdampak buruk bagi jantung, tetapi juga kesehatan tulang. Studi Februari 2020 dalam jurnal Nutrients menemukan konsumsi minuman ringan berlebihan berkaitan langsung dengan meningkatnya risiko patah tulang.
Famularo menyarankan membatasi soda dan memilih minuman yang mendukung kesehatan tulang, seperti susu atau jus yang diperkaya kalsium dan vitamin D.
- Tidak cukup protein
Memasuki usia 30 tahun, tubuh mulai kehilangan sekitar 5 persen massa otot setiap dekade, menurut Harvard Health Publishing. Kondisi ini dikenal sebagai sarcopenia dan dapat meningkatkan risiko jatuh serta patah tulang.
Asupan protein memegang peran penting dalam menjaga massa otot. Studi menunjukkan konsumsi sekitar 1,3 gram protein per 2,2 pon berat badan dapat meningkatkan massa otot tanpa lemak dan fungsi fisik pada pria lanjut usia. Famularo menyarankan memilih sumber protein yang mudah dikonsumsi, seperti susu dan telur.
- Lupa dengan serat
“Serat yang cukup adalah kunci agar saluran pencernaan bekerja optimal, memelihara bakteri baik, dan mencegah penumpukan racun,” ujar Famularo.
USDA juga menyebut serat berperan dalam menurunkan kolesterol serta menjaga kesehatan jantung. Konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian setiap hari membantu memenuhi kebutuhan serat tubuh.
- Minum banyak alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat mempercepat penuaan dan memicu berbagai penyakit, mulai dari kanker, kerusakan hati, gangguan sistem imun, hingga penurunan fungsi otak, menurut National Institute on Aging.
“Penyalahgunaan alkohol meningkat pada orang dewasa yang lebih tua dan berdampak buruk pada kesehatan,” kata Famularo. Ia menambahkan, lansia lebih sensitif terhadap alkohol akibat perubahan komposisi tubuh serta interaksi dengan obat-obatan.
Kebiasaan makan bikin cepat tua bukan disebabkan oleh satu atau dua jenis makanan, melainkan pola konsumsi harian secara keseluruhan. Dengan memilih asupan yang lebih seimbang, kaya nutrisi, dan sadar gizi, proses penuaan dapat diperlambat dan kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.
Kalau mau, aku bisa bantu ringkasin jadi versi artikel media online, carousel Instagram, atau headline yang lebih “clickable”.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















