BOGORTODAY.COM – Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam kerap mendengar istilah ‘ain, yakni gangguan yang berasal dari pandangan mata seseorang. Islam secara tegas mengakui keberadaan ‘ain dan menjelaskannya melalui Al-Qur’an serta hadis Nabi Muhammad SAW.
Meski sering dianggap sepele, ‘ain diyakini dapat membawa dampak serius apabila tidak disikapi dengan benar.
Pengertian ‘Ain dalam Islam
Mengutip buku Bebas Penyakit dengan Ruqyah karya Said Abdul Azhim, secara bahasa ‘ain berarti mata. Dalam istilah syariat, ‘ain adalah pandangan mata yang disertai rasa kagum, iri, atau dengki, yang dengan izin Allah SWT dapat menimbulkan mudarat bagi orang yang dipandang.
Dampak ‘ain dapat berupa gangguan fisik, masalah psikologis, hingga musibah tertentu. Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Ain adalah sesuatu yang nyata.”
(HR. Bukhari, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Malik, dan Ahmad)
Hadis ini menegaskan bahwa ‘ain bukan sekadar mitos, melainkan fenomena yang diakui dalam Islam.
Dalil Al-Qur’an tentang ‘Ain
Meski kata ‘ain tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, para ulama menafsirkan beberapa ayat sebagai isyarat tentang keberadaannya. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Qalam ayat 51:
“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur’an…”
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















