
Di kedua sisi pintu, dipasang kaligrafi atau harapan baik, serta karakter “fú” (福) yang sering ditempel terbalik. Penempelan terbalik ini bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Mandarin, kata terbalik dan tiba terdengar sama, sehingga melambangkan keberuntungan yang “datang” ke rumah.
Selain itu, lampion merah, puisi Imlek, tanaman hias, bunga, dan buah-buahan tertentu juga kerap digunakan karena memiliki makna kemakmuran dan rezeki.
- Melunasi utang
Kepercayaan lama masyarakat Tionghoa menyebutkan bahwa memulai tahun baru dengan utang dapat membawa kesulitan finansial sepanjang tahun.
Karena itu, banyak orang berusaha melunasi utang sebelum Imlek tiba. Tradisi ini bukan sekadar kepercayaan, tetapi juga menjadi pengingat untuk memulai tahun baru dengan kondisi keuangan yang lebih ringan dan tenang.
- Membersihkan diri
Tak hanya rumah, tubuh dan jiwa juga perlu dibersihkan menjelang Imlek. Ritual mandi khusus sering dilakukan sebagai simbol pembersihan energi negatif yang menempel selama setahun.
Daun jeruk Bali atau pomelo dipercaya memiliki khasiat untuk mengusir energi buruk. Biasanya daun direbus, lalu airnya digunakan untuk membilas tubuh dari kepala hingga kaki.
Daunnya pun kadang digunakan untuk menggosok badan sebagai bagian dari ritual penyucian diri.
Persiapan Imlek bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan rangkaian tradisi sarat makna yang mencerminkan harapan akan keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan di tahun yang baru. Dengan memahami makna di balik setiap ritual, perayaan Imlek pun menjadi lebih bermakna dan penuh rasa syukur.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















