
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Nuraida, Dr. Samsurizal, Sp.OG, K-Fer, menjelaskan bahwa layanan ini memungkinkan penyimpanan sel telur dan sel sperma untuk digunakan di masa depan.
“Wanita yang ingin menunda pernikahan atau kehamilan karena karier dapat menyimpan sel telurnya untuk menjaga kualitas, karena secara kodrat kualitas sel telur akan menurun di atas usia 35 tahun,” jelas Dr. Samsul.
Teknologi ini juga menjadi angin segar bagi pasien penderita kanker yang harus menjalani kemoterapi atau radiasi. Prosedur medis tersebut seringkali merusak sel telur, sehingga dengan adanya preservasi, sel telur dapat disimpan terlebih dahulu sebelum pasien menjalani pengobatan. Setelah sembuh, sel telur tersebut siap digunakan melalui metode embrio transfer.
Keunggulan Tim Medis dan Layanan Bedah Minim Invasif
RS Nuraida memperkuat layanannya dengan menghadirkan tiga dokter konsultan fertilitas sekaligus, yang menjadikannya salah satu rumah sakit dengan tim ahli terlengkap di Bogor. Selain IVF, rumah sakit ini juga mengunggulkan layanan laparoskopi atau bedah minimal invasif.
“Laparoskopi merupakan teknik bedah dengan sayatan minimal atau teknik tusuk, sehingga proses penyembuhan dan masa pemulihan pasien menjadi jauh lebih singkat dibandingkan operasi konvensional,” pungkas Dr. Samsul.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















