Pertamina Streamlining Bisnis, Lepas Lini Usaha Non-Migas

Pertamina
Pertamina Streamlining Bisnis, Lepas Lini Usaha Non-Migas. (Foto: Arsip Migas)

BOGORTODAY.COM – PT Pertamina (Persero) berencana melepas sejumlah lini usaha yang tidak berkaitan langsung dengan bisnis inti perusahaan di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Langkah ini merupakan bagian dari program streamlining atau penataan dan penyederhanaan portofolio bisnis guna memperkuat fokus perusahaan pada sektor energi.

Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan pelepasan tersebut mencakup bisnis perhotelan, rumah sakit, maskapai penerbangan hingga asuransi.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya streamlining bisnis Pertamina agar semakin fokus pada core business migas,” ujar Agung di kawasan Terminal Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Rabu (11/2/2026).

Bisnis Rumah Sakit Dialihkan ke Danantara

Untuk lini usaha rumah sakit yang saat ini dikelola oleh Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Pertamina telah mencapai kesepakatan dengan Danantara terkait valuasi pengalihan aset.

Agung menyebutkan terdapat sekitar 12 perusahaan yang tergabung dalam grup rumah sakit IHC yang akan dilepaskan dari Pertamina.

“Di tahun ini ada 38 lagi pipeline, termasuk sekitar 12 perusahaan yang tergabung dalam grup rumah sakit IHC. IHC ini kita sudah dengan Danantara mencapai kesepakatan terkait value-nya berapa, dan ini nanti akan dilanjutkan prosesnya, sehingga sekitar 38 plus rumah sakit ini yang sudah kita siapkan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

Ia menambahkan, proses tersebut tetap menunggu arahan lanjutan dari Danantara. “Sekali lagi, kita siap dari Danantara, kalau nanti ada arahan lebih lanjut kita akan jalankan,” sambungnya.

Pelita Air Direncanakan Gabung Garuda Indonesia

Selain bisnis rumah sakit, Pertamina juga berencana melepas bisnis maskapai penerbangan. Maskapai Pelita Air yang merupakan anak usaha Pertamina direncanakan akan digabungkan ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Menurut Agung, rencana tersebut telah masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT Danantara Asset Management.

Hotel Patra Jasa ke InJourney

Di sektor perhotelan, bisnis yang saat ini dikelola oleh PT Patra Jasa juga masuk dalam daftar pelepasan. Nantinya, hotel-hotel tersebut akan berada di bawah naungan PT Hotel Indonesia Natour sebagai holding operator pariwisata yang berada di bawah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney).

“Pelita salah satunya, hotel-hotel salah satunya bagian dari Patra Jasa. Hotel-hotelnya saja sedang dibahas dengan grup Danantara yaitu Hotel Indonesia Nature di bawah InJourney untuk sekarang dengan operatorship dulu hotelnya, tapi nanti kemudian kita akan lakukan juga prosesnya,” terang Agung.

BACA JUGA :  PANCASILA ITU BUKANLAH RUMUS KODE BUNTUT

Bisnis Asuransi Dibahas dengan IFG

Pertamina juga tengah membahas pelepasan bisnis asuransi dengan Indonesia Financial Group (IFG). Saat ini, terdapat dua perusahaan asuransi dalam lingkup Pertamina, yakni PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) dan PT Perta Life Insurance.

“Satu lagi adalah asuransi, kita punya TUGU dibahas dengan IFG. Tapi kita juga ingin pastikan asuransi ini tetap mensupport migas karena ini penting sekali untuk peningkatan risiko,” jelasnya.

Jumlah Entitas Berkurang

Agung menambahkan, jumlah perusahaan yang berada di bawah naungan Pertamina terus berkurang sebagai bagian dari proses penataan. Dari sebelumnya 257 perusahaan, kini telah menyusut menjadi 242 perusahaan.

“Saya kemarin melaporkan bahwa 2025 sejak saya masuk dan kemarin 2026, dari 257 sekarang sudah menjadi 242. Jadi ada 15 perusahaan yang berkurang. Di antaranya adalah ada 10 SPV di PIS (Pertamina International Shipping) yang berperan sebagai entitas kapal untuk Pertamina,” tuturnya.

Melalui langkah ini, Pertamina berharap dapat memperkuat struktur bisnis, meningkatkan efisiensi, serta memastikan perusahaan semakin fokus dalam menjalankan perannya sebagai perusahaan energi nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================