
Setelah ini, pelaksanaan korve akan dilaksanakan dua kali seminggu yang akan diturunkan melalui Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) dan berlaku secara nasional. Program korve ini juga merupakan langkah baru menuju Bogor yang lebih bersih.
“Selama ini pedagang hanya memikirkan diri sendiri. Berjualan mendapatkan keuntungan, tetapi sama sekali tidak memikirkan bahwa di balik itu semua ada urusan masyarakat yang terganggu. Masyarakat terhambat karena lalu lintas tertutup, masyarakat yang ingin bersih malah jadi kotor, sampah menumpuk,” ucap Dedie Rachim.
“Kita ingin semua ikut sadar, jangan cuma memikirkan diri sendiri. Karena orang Bogor ingin kotanya bersih, kotanya indah,” sambungnya.
Program korve di kawasan Surya Kencana ini juga untuk memastikan jalur tronton pengangkut buangan puing dari bongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor dapat berlangsung lancar. Karena telah dilakukan diskusi bahwa pembongkaran bangunan memerlukan akses yang memadai.
“Nanti kan jalurnya melalui Jalan Roda, Jalan Bata, Jalan Pedati, dan Jalan Lawang Saketeng. Jadi ini agar tertib, bersih, dan sekaligus pembongkaran bisa terlaksana lancar,” ujarnya.
Selain itu, penataan pedagang ini juga sebagai bagian dari upaya keselamatan agar tidak ada lagi pedagang yang berjualan di samping bangunan yang akan dibongkar, karena berisiko terkena reruntuhan puing.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















