Tanda-Tanda Amal Ibadah Diterima Allah SWT, Ini Penjelasan Ulama

Allah SWT
Tanda-Tanda Amal Ibadah Diterima Allah SWT, Ini Penjelasan Ulama. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Setiap hari, umat Islam menjalankan berbagai amalan ibadah, mulai dari salat, dzikir, tilawah Al-Qur’an, puasa, hingga berbagai bentuk kebaikan lainnya. Semua dilakukan dengan satu harapan: meraih ridha Allah SWT dan pahala yang berlipat ganda.

Namun, muncul satu pertanyaan penting dalam hati setiap hamba: apakah amalan yang selama ini kita lakukan benar-benar diterima oleh Allah SWT?

Para ulama menjelaskan bahwa ada tanda-tanda yang menunjukkan diterimanya amal ibadah seseorang.

Penjelasan ini di antaranya diterangkan oleh Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam, sebagaimana disyarahkan dalam buku Terjemah Syarah Al-Hikam al-Athaiyyah Jilid 2 karya Syeikh Sa’id Ramadhan al-Buthi.

Memahami tanda-tanda ini penting agar kita dapat mengevaluasi diri sekaligus meningkatkan kualitas keikhlasan dan ketaatan dalam beribadah.

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Orang Tidak Merasa Lapar di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Buah Amal Sudah Terasa di Dunia

Menurut Ibnu Athaillah As-Sakandari, tanda diterimanya amal dapat dilihat dari “buah” yang dirasakan seorang hamba sejak di dunia. Salah satu tanda paling utama adalah ketika ibadah terasa nikmat, hati menjadi tenteram, dan jiwa merasakan kebahagiaan saat bermunajat kepada Allah SWT.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ

Artinya: “Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga.” (QS. Ar-Rahman: 46)

Para ulama menjelaskan bahwa “dua surga” dalam ayat tersebut dapat dimaknai sebagai dua bentuk kenikmatan. Surga pertama adalah kenikmatan di dunia berupa ketenteraman hati dan kelezatan dalam beribadah. Surga kedua adalah balasan surga yang hakiki di akhirat kelak.

BACA JUGA :  Kehabisan Obat, ODGJ di Cariu Bacok Tetangga

Tanda dalam Salat

Dalam salat, tanda diterimanya amal terlihat ketika seseorang mampu menghadirkan kekhusyukan dan fokus penuh saat bermunajat. Ia merasakan keagungan Allah, sehingga hatinya tunduk dan dipenuhi rasa harap serta takut.

Salat yang diterima juga memberi pengaruh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang menjadi lebih mampu menjaga diri dari perbuatan maksiat, lebih berhati-hati dalam bertindak, serta terdorong memperbaiki akhlaknya.

Bahkan, ia merasakan kerinduan untuk kembali menunaikan salat setelah selesai melaksanakannya. Ibadah tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan kebutuhan yang menenangkan jiwa.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================