
Oleh karena itu, air beras lebih cocok digunakan untuk menjaga kelembapan tanaman, bukan meningkatkan kesuburan tanah.
Tips Menggunakan Air Beras untuk Menyiram Tanaman
Agar aman bagi tanaman, perhatikan hal-hal berikut:
- Gunakan Secara Terbatas
Jangan gunakan air beras lebih dari sekali dalam sebulan. Penyiraman terlalu sering dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri atau jamur, tanah mengeras, dan menarik hama. - Pastikan Air Bersih
Hindari air beras yang mengandung garam, mentega, atau minyak karena bisa merusak tanaman hias. Gunakan air yang murni dari sisa cucian beras saja. - Cara Menyiram yang Tepat
- Isi panci atau baskom dengan beras dan air, perbandingan ideal 3:1.
- Rendam beras 20-30 menit, bisa diaduk untuk melarutkan pati dan nutrisi.
- Saring air beras menggunakan saringan halus sebelum dituangkan ke tanaman atau dimasukkan ke botol semprot.
- Kocok atau aduk wadah sebelum menyiram untuk memastikan pati tersebar merata.
Air cucian beras bisa dimanfaatkan sebagai media penyiraman tanaman untuk menghemat air. Namun, jangan menganggapnya sebagai pengganti pupuk karena kandungan nutrisinya sangat terbatas.
Gunakan secara bijak, maksimal sekali sebulan, dan pastikan air bebas dari garam, minyak, atau mentega agar tanaman tetap sehat.
Dengan cara ini, air cucian beras tidak terbuang sia-sia, sekaligus membantu menjaga tanaman tetap segar dan lembap.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















