
“Kejadian lainnya, masuk ke ruangan tanpa tahu alasannya, lebih sering daripada yang terasa normal,” tambahnya.
Awalnya, ia mengira kondisi tersebut disebabkan oleh stres atau kurang tidur. Namun, ketika gangguan itu semakin sering terjadi dan mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari serta orang-orang di sekitarnya, ia menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
“Saat itulah semuanya benar-benar terasa. Saat itulah saya tahu ada sesuatu yang tidak beres,” tegasnya.
Penyebab Demensia Dini Masih Jadi Misteri
Demensia dini atau early-onset dementia memang tergolong jarang terjadi, terutama pada usia sangat muda seperti 20 tahun. Hingga kini, penyebab pasti kondisi ini masih belum sepenuhnya dipahami.
Secara umum, demensia adalah istilah untuk menggambarkan penurunan fungsi kognitif yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, berbahasa, hingga pengambilan keputusan. Meski lebih sering terjadi pada lansia, kondisi ini bisa dialami siapa saja, termasuk usia produktif.
Beberapa gejala demensia yang umum muncul antara lain:
- Mudah lupa
- Kesulitan berbicara
- Kesulitan mengungkapkan pikiran
- Sering merasa bingung
- Perubahan perilaku atau suasana hati
Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan medis jika seseorang mengalami gangguan memori yang tidak wajar dan terjadi secara berulang. Deteksi dini dapat membantu penanganan lebih cepat serta memperlambat progresivitas penyakit.
Kisah pasien ini menjadi pengingat bahwa gangguan kognitif tidak selalu berkaitan dengan usia lanjut. Mengenali gejala sejak dini dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis adalah langkah penting untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















