
BOGORTODAY.COM – Proses pembongkaran bangunan Pasar Bogor mulai memasuki tahap intensif sebagai bagian dari rencana besar penataan kawasan perdagangan di pusat Kota Bogor. Setelah menyelesaikan tahap awal, pekerjaan kini difokuskan pada pembersihan material sebelum nantinya berlanjut ke area Plaza Bogor dengan target penyelesaian total selama enam bulan.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, mengungkapkan bahwa tim pelaksana telah merampungkan pembongkaran pada satu lantai bangunan Pasar Bogor. Saat ini, fokus pekerjaan bergeser ke lantai berikutnya secara sistematis.
“Tahapan pembongkaran kami lakukan secara terukur guna menjaga keamanan lingkungan sekitar. Kami ingin memastikan seluruh aktivitas di kawasan ini tetap terkendali meski alat berat dan pekerja sedang beroperasi,” jelas Jenal.
Relokasi 800 PKL ke Pasar Jambu Dua
Sejalan dengan proses fisik di lapangan, Perumda PPJ juga mematangkan langkah relokasi bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak. Berdasarkan pendataan, terdapat sekitar 800 PKL yang harus berpindah dari zona proyek.
Sebagai solusi, pihak pengelola telah menyiapkan sedikitnya 900 unit kios dan los di Pasar Jambu Dua sebagai lokasi penampungan sementara. Relokasi ini dinilai mendesak untuk menjauhkan pedagang dari area konstruksi yang berisiko tinggi.
“Kami terus mengimbau para pedagang untuk segera berpindah demi keselamatan mereka. Area pembongkaran sangat rawan dengan material bangunan yang bisa jatuh sewaktu-waktu,” tambahnya.
Pedagang Minta Waktu Hingga Pasca-Lebaran
Meskipun secara umum rencana relokasi diterima dengan baik, mayoritas pedagang melalui tokoh dan perwakilannya mengajukan permohonan dispensasi waktu. Mereka berharap proses perpindahan secara total dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri 2026, atau sekitar tanggal 23 Maret mendatang, guna memanfaatkan momentum puncak penjualan.
Menanggapi hal tersebut, Jenal menegaskan bahwa hingga saat ini situasi di lapangan tetap kondusif tanpa ada penolakan yang signifikan. Komunikasi intensif terus dijalankan agar kepentingan ekonomi pedagang dan target pembangunan dapat berjalan beriringan.
“Situasi di lapangan masih aman dan terkendali. Target penyelesaian pembongkaran selama enam bulan tetap menjadi acuan utama kami agar penataan kawasan ini bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Bagi HalamanWartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















