
BOGORTODAY.COM – Universitas Galgotias menjadi sorotan dan menuai kecaman setelah tertangkap mengklaim robot anjing buatan China sebagai hasil karya mereka sendiri dalam gelaran India AI Impact Summit di New Delhi.
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi milik negara DD News, Neha Singh, profesor komunikasi dari universitas tersebut, memperkenalkan robot itu dengan penuh percaya diri.
“Anda perlu bertemu dengan Orion. Ini dikembangkan oleh Centre of Excellence di Universitas Galgotias,” ujar Singh dalam pernyataan yang kemudian viral di media sosial, seperti dikutip dari Reuters.
Terungkap sebagai Robot Buatan China
Tak butuh waktu lama bagi warganet untuk mengidentifikasi robot tersebut sebagai Unitree Go2, robot anjing yang diproduksi oleh Unitree Robotics. Robot ini diketahui dijual dengan harga sekitar US$2.800 dan banyak digunakan untuk penelitian serta pendidikan di berbagai negara.
Insiden tersebut memicu kritik tajam dan mencoreng ambisi India dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Situasi semakin memanas ketika Menteri Teknologi Informasi India, Ashwini Vaishnaw, sempat membagikan video promosi robot itu di akun media sosial resminya sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut setelah menuai reaksi negatif.
Baik pihak Universitas Galgotias maupun Neha Singh kemudian menyatakan bahwa robot tersebut bukanlah hasil karya universitas dan menegaskan bahwa mereka tidak pernah secara resmi mengklaim kepemilikan teknologi tersebut.
Booth Tetap Beroperasi
Meski menuai kontroversi, booth Galgotias tetap terbuka hingga Rabu (18/2/2026) pagi. Perwakilan universitas menjawab pertanyaan media terkait tuduhan plagiarisme dan penyajian informasi yang menyesatkan. Pihak universitas juga menyebut belum menerima pemberitahuan resmi terkait kemungkinan dikeluarkan dari acara.
Sorotan di Ajang AI Besar
India AI Impact Summit yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, berlangsung hingga Sabtu (21/2/2026) dan disebut sebagai pertemuan AI besar pertama di negara-negara Global Selatan.
Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Perdana Menteri Narendra Modi, CEO Google Sundar Pichai, CEO OpenAI Sam Altman, serta CEO Anthropic Dario Amodei.
Namun, sejak pembukaan, acara ini juga disebut menghadapi berbagai kendala organisasi, termasuk kepadatan pengunjung dan persoalan logistik.
Lebih dari US$100 miliar investasi untuk proyek AI di India dijanjikan selama acara berlangsung, termasuk dari Adani Group, Microsoft, dan perusahaan pusat data Yotta.
Kritik Oposisi
Skandal robot ini turut dimanfaatkan oleh partai oposisi terbesar India, Indian National Congress, yang mengkritik keras pemerintah.
“Pemerintah Modi telah menjadikan India sebagai bahan tertawaan secara global dalam hal AI,” tulis partai tersebut di media sosial.
Insiden ini pun menjadi catatan penting dalam perjalanan ambisi AI India, sekaligus pengingat akan pentingnya transparansi dan integritas dalam memamerkan inovasi teknologi di panggung internasional.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















