Usia Berapa Anak Boleh Mulai Puasa? Ini Panduan dan Tips dari Dokter Anak

Puasa
Usia Berapa Anak Boleh Mulai Puasa? Ini Panduan dan Tips dari Dokter Anak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Mengajarkan anak berpuasa saat Ramadan merupakan bagian dari tanggung jawab orang tua dalam menanamkan nilai ibadah sejak dini. Namun, tak sedikit orang tua yang bertanya-tanya, kapan sebenarnya anak sudah boleh mulai belajar puasa?

Para ahli menyarankan, usia 6–7 tahun merupakan waktu yang ideal untuk mulai mengajarkan puasa secara bertahap. Pada usia ini, anak umumnya sudah mampu memahami konsep puasa dan mulai belajar disiplin terkait waktu tidur, sahur, serta berbuka.

Di rentang usia tersebut, anak juga sudah mulai aktif bersosialisasi. Mereka dapat memahami bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan bagian dari kewajiban sebagai seorang Muslim.

Bagaimana dengan Anak di Bawah 6 Tahun?

Anak usia di bawah 6 tahun sebenarnya sudah bisa diperkenalkan dengan puasa, tetapi dilakukan secara perlahan. Misalnya, dimulai dengan puasa setengah hari terlebih dahulu.

Jika orang tua ingin membiasakan anak berpuasa penuh, pastikan anak dalam kondisi sehat, memiliki status gizi yang baik, dan orang tua mampu mengenali tanda-tanda kekurangan asupan nutrisi.

Pola Makan Seimbang saat Anak Berpuasa

Selama berpuasa, anak wajib makan sahur dan segera berbuka saat azan Maghrib. Pada dua waktu tersebut, penting bagi orang tua memberikan makanan bergizi seimbang agar energi anak tetap terjaga.

Dokter Spesialis Anak Felliyani, Sp.A dari Mayapada Hospital Bogor menyarankan komposisi gizi sebagai berikut:

BACA JUGA :  Kebiasaan Begadang Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Karbohidrat: sekitar 55–60% dari total kalori

  • Protein dan lemak: sekitar 40–45% dari total kalori
  • Serat: sekitar 0,5 gram per kilogram berat badan per hari

“Saat sahur, orang tua dapat memberi makanan yang lambat dicerna agar glukosa darah naik perlahan dan bertahan lama, seperti roti gandum, ubi, atau kacang hijau. Tambahkan segelas susu atau yoghurt sebelum imsak,” ujarnya.

Sementara saat berbuka, anak bisa diberi makanan yang cepat menaikkan gula darah, seperti kurma, kue, atau nasi. Sebelum tidur, berikan segelas susu atau yoghurt untuk menjaga asupan nutrisi.

Ia juga mengingatkan agar menu divariasikan dari segi jenis, bentuk, dan rasa agar anak tidak cepat bosan.

Cukupi Serat dan Cairan

Anak membutuhkan sekitar 12 gram serat per hari. Pastikan menu sahur dan berbuka selalu mengandung sayur dan buah.

Untuk cairan, kebutuhan anak sekitar 1.200–1.300 ml atau setara lima gelas air per hari. Kekurangan cairan dapat memicu dehidrasi dan membuat anak lemas saat berpuasa.

Tips Agar Anak Kuat Puasa Penuh

Dokter Spesialis Anak Muhammad Vinci Ghazali, Sp.A, MM, MBA dari Mayapada Hospital Kuningan membagikan beberapa tips agar anak mampu menjalani puasa penuh:

  1. Ajarkan secara bertahap: mulai 6–8 jam (sahur–dzuhur), lalu 8–10 jam (sahur–ashar), hingga akhirnya penuh sampai Maghrib.
  2. Berikan makanan bergizi seimbang dan cukup air.
  3. Pastikan anak tidur 8–10 jam per hari.
  4. Dorong aktivitas fisik ringan agar tubuh tetap bugar.
  5. Beri motivasi dan semangat agar anak percaya diri menyelesaikan puasanya.
BACA JUGA :  Penjaga Warung Madura di Gunung Putri Diduga Ditodong Senpi

Waspadai Tanda Bahaya

Orang tua harus tetap waspada terhadap tanda hipoglikemia (gula darah rendah) dan dehidrasi.

Tanda hipoglikemia antara lain:

  • Pusing
  • Lemas
  • Gemetar
  • Wajah pucat
  • Keringat dingin

Jika muncul gejala tersebut, segera berikan makanan atau minuman manis.

Tanda dehidrasi antara lain:

  • Tidak buang air kecil selama enam jam
  • Bibir kering
  • Lemas
  • Demam

Jika terjadi, segera beri cairan yang cukup dan hentikan puasa anak terlebih dahulu.

Untuk konsultasi awal, orang tua dapat menghubungi hotline Mayapada Hospital di 150770 atau layanan Woman & Children Emergency di 150990 jika membutuhkan penanganan darurat.

Mayapada Hospital menyediakan layanan Pediatric Center yang komprehensif, mulai dari skrining, diagnosis, tindakan medis, hingga rehabilitasi berbagai masalah kesehatan anak.

Konsultasi juga dapat dilakukan melalui aplikasi MyCare yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Aplikasi ini menyediakan fitur artikel kesehatan, pemantauan kesehatan pribadi, hingga reward poin untuk berbagai layanan pemeriksaan.

Mengajarkan anak berpuasa sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai usia dan kondisi kesehatannya. Dengan asupan gizi yang tepat, istirahat cukup, serta pemantauan yang baik dari orang tua, anak dapat belajar menjalankan puasa dengan aman dan menyenangkan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================