
Laporan dari Vietnam’s Finance menyebutkan sektor AI kini menyerap sekitar 53 persen kapasitas produksi DRAM dunia setiap bulan. Kondisi ini membuat pasar RAM konsumen sangat rentan terhadap gangguan pasokan sekecil apa pun.
Dampak Nyata: RAM Jadi Incaran Pencuri
Kenaikan harga ekstrem memicu fenomena tak terduga: modul RAM menjadi target pencurian. Kasus kehilangan RAM dilaporkan terjadi di PC display toko, gudang penyimpanan, hingga sistem retur barang.
Sesuatu yang dulu nyaris mustahil—ketika 64 GB hanya seharga beberapa ratus dolar—kini menjadi kejadian sehari-hari.
Di Indonesia, dampaknya juga terasa. Pantauan CNBC Indonesia di sejumlah toko komputer kawasan ITC Kuningan, Jakarta, menunjukkan harga dapat berubah 3–4 kali dalam seminggu. Untuk DDR5 32 GB, harga kini sudah mencapai Rp 7–8 juta.
Lonjakan ini turut menekan biaya produksi perangkat elektronik lain dan bahkan memengaruhi pendapatan perusahaan teknologi besar seperti Qualcomm dan Nintendo.
Haruskah Menunda Upgrade?
Bagi perakit PC dan penggemar teknologi, prospek jangka pendek belum terlalu menjanjikan. Laporan dari ZOL.com menyebut harga DDR5 32 GB dan 64 GB mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan akibat lemahnya permintaan. Namun, penurunan ini belum cukup untuk mengembalikan harga ke level normal.
CEO Framework Computer bahkan memprediksi kelangkaan bisa berlangsung hingga dua tahun ke depan, setidaknya sampai 2027 atau 2028, sebelum produksi memori kembali seimbang dengan permintaan.
Dalam kondisi saat ini, upgrade RAM bukan lagi keputusan kecil. Ia telah berubah menjadi investasi besar yang dapat menggeser prioritas dalam membangun PC.
Bagi yang benar-benar membutuhkan kapasitas tinggi, opsi paling rasional adalah memantau harga secara ketat, mempertimbangkan 32 GB terlebih dahulu, atau menunda upgrade hingga pasokan DRAM kembali stabil. Di era AI, RAM tak lagi menjadi komponen “murah” yang bisa dibeli kapan saja—ia kini menjadi komoditas strategis dengan harga yang kian sulit ditebak.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















