AWAS JEBAKAN OFFSIDE RAMADAN

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

AWAS jebakan offside ramadan, ini judul opini penulis kali ini, pembaca Bogor Today yang budiman pasti kaget, ini hanya bahasa kiasan saja.

Offside adalah aturan sepak bola yang menyatakan seorang pemain penyerang berada di posisi tidak sah jika, saat bola diumpan rekan setimnya, bagian kepala, tubuh, atau kaki pemain tersebut lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan bola dan bek lawan kedua terakhir (seringkali kiper adalah yang terakhir) di area lawan.

Pada pertandingan sepak bola jika kita offside, maka wasit akan menganulir kita, meski kita sudah membuat gol di gawang lawan.

Tapi jika kita terkena jebakan offside saat puasa, maka puasa kita tetap sah, tapi kita hanya dapat haus dan lapar saja, alias tanpa pahala. Dan inilah contoh-contoh jebakan offside saat puasa  ramadan, yaitu:

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Berbalik Naik, Ketegangan Timur Tengah Kembali Picu Kekhawatiran Pasar

Ngabuburit yang salah, ngabuburit adalah tradisi orang Sunda untuk menunggu datangnya waktu berbuka puasa dengan mengadakan kegiatan seperti membaca Kitab Suci Al Qur’an, dzikir, sholawatan, doa bersama atau tausyiah di masjid atau musholla.

Tapi pada jaman sekarang makna ngabuburit berubah total bro, yaitu ngabuburit lebih kepada kegiatan bersenang-senang dan hura-hura belaka, tidak seperti kegiatan keagamaan seperti yang disebutkan di atas.

Contoh ngabuburit yang salah adalah berjam-jam anak jaman now dengan aktivitas main game online, bermedsos dengan HPnya atau laptopnya, nongkrong di pinggir jalan, ikut atau nonton balap liar, bahkan ada yang nekat ngabuburit sambil pacaran, astaghfirullahal adzim.

Sedangkan bapak-bapak ngabuburit yang salah dengan berjam-jam sambil main catur atau ngobrol di pos Siskampling, mancing di tempat pemancingan. Ada juga untuk bapak-bapak yang suka nonton sepak bola siaran langsung saat sahur sampai subuh. Itulah yang namanya hobi, apapun dilakukan jika menyangkut hobi seseorang.

BACA JUGA :  Kasus Anak Tewas Diterkam Anjing di Jasinga Masuki Babak Baru, Polisi Sebut Permohonan Damai Tak Hentikan Proses Hukum

Sementara emak-emaknya ngabuburit yang salah dengan berjam-jam belanja di super market atau pasar tradisional, ngerumpi di tetangga atau di cafe.

Padahal bulan suci ramadan itu bulan penuh ampunan, penuh keberkahan, bulan dimana turunnya Kitab Suci Al Qur’an. Dan bulan dimana yang sunnah jadi berpahala wajib, sedang yang wajib dilipatgandakan pahalanya menjadi 70 kali.

Ayo isi bulan suci ramadan tiap detik, menit, jam dan hari dengan amal soleh yang diridhoi oleh Allah SWT, sehingga puasa ramadan kita semua menjadi lebih baik dari pada puasa tahun lalu.

Serta semoga umur kita dipanjangkan oleh Allah sehingga kita bisa menikmati puasa ramadan lagi yang penuh keberkahan, kesenangan dan kebahagiaan. Jayalah Indonesiaku.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================