
Meski selisih harga dengan pasar lain hanya sekitar Rp 1.000, Masnih mengaku tetap merasa terbantu. Ia mencatat, setiap komoditas hanya boleh dibeli maksimal dua satuan per pembeli.
“Seribuan, biasanya 16 di sini 15. Cuman dua, enggak boleh lebih,” katanya.
Masnih berharap Pemerintah Kabupaten Bogor lebih rutin menggelar GPM, tidak hanya saat Ramadan. Baginya, harga sembako yang terjangkau akan sangat berarti, terutama bagi pelaku usaha kecil.
“Bukan Ramadan, sembako biar murah saja buat yang usaha kecil,” kata dia.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















