
BOGORTODAY.COM – Pangeran Harry dan Meghan Markle melakukan kunjungan mendadak ke seorang remaja perempuan asal Gaza yang tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Amman, Yordania, Rabu (25/2/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari perjalanan resmi mereka ke kawasan Timur Tengah pada 25–26 Februari 2025. Dalam agenda itu, keduanya turut mendampingi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Agenda bersama WHO difokuskan pada respons kesehatan kemanusiaan, layanan kesehatan mental, serta dukungan bagi komunitas rentan yang terdampak konflik dan pengungsian.
“Kami tetap sangat berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, dan memperluas akses terhadap dukungan kesehatan mental bagi semua orang yang terkena dampak konflik dan krisis,” ujar Harry dalam pernyataannya.
Bertemu Remaja Korban Luka Bakar
Dalam kunjungan tersebut, Harry dan Meghan mendatangi Rumah Sakit Spesialis di Amman dan bertemu Maria, remaja 14 tahun asal Gaza yang mengalami luka bakar akibat perang. Kehadiran pasangan Sussex itu menjadi bentuk solidaritas terhadap korban sipil, khususnya anak-anak, yang terdampak konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Rangkaian Agenda Kemanusiaan
Selain membesuk pasien, keduanya menghadiri pertemuan meja bundar WHO di Amman bersama Tedros dan para pemimpin regional WHO, donor utama, serta mitra kemanusiaan.
Mereka juga mengunjungi Pusat Pemuda QuestScope di kamp pengungsi Kamp Pengungsi Za’atari, yang terletak di utara Amman. Bersama delegasi WHO, mereka bertemu para pengungsi medis yang baru tiba dari Gaza.
Agenda lainnya mencakup kunjungan ke organisasi bantuan pangan World Central Kitchen, Pusat Nasional untuk Rehabilitasi Pecandu, Dana Hashemite Yordania untuk Pembangunan Manusia, serta Pusat Kanker Raja Hussein.
Sorotan pada Isu Pengungsi
Yordania membuka Kamp Za’atari pada 2012, setahun setelah pecahnya perang di Suriah, untuk menampung warga yang melarikan diri dari konflik. Saat ini, kamp tersebut dihuni sekitar 45 ribu pengungsi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat sekitar 680 ribu warga Suriah terdaftar di Yordania sejak 2011, meski pemerintah Yordania menyebut jumlah total pengungsi yang diterima mencapai 1,3 juta orang. Sekitar 200 ribu warga Suriah dilaporkan kembali ke negara asalnya setelah penggulingan mantan presiden Bashar al-Assad pada akhir 2024.
Kunjungan ke Timur Tengah ini menjadi salah satu perjalanan internasional bersama pertama Harry dan Meghan sejak lawatan mereka ke Nigeria pada Mei 2024 dan Kolombia pada Agustus 2024. Sebelumnya, keduanya juga menghadiri ajang Invictus Games di Whistler, Kanada, pada 2025.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















